
Manado, BeritaManado.com — Pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus digenjot.
Ketua Panitia khusus (Pansus) RTRW DPRD Sulut Henry Walukow usai rapat pembahasan mengungkapkan dirinya terus berupaya agar 200 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dapat diusulkan dan di setujui.
“Pak gubernur telah mengusulkan 30 blok dan sudah di setujui. Masih ada dua ratusan blok lagi. Kalau ini berhasil, saya orang pertama akan jadikan gubernur Sulut Yulius Selvanus sebagai bapak pembangunan tambang rakyat,” ungkap Henry Selasa, (19/8/2025) usai rapat pembahasan RTRW.
Lanjut Henry, jika 200 blok WPR itu bisa lolos dan direstui, maka akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat Sulut secara luas.
“Jika 200 blok ini diusulkan dan direstui, pemerintahan pak gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus dan wakil gubernur Victor Mailangkay menciptakan begitu banyak lapangan pekerjaan. Tidak repot-repot lagi mencari cara menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kemudian, ekonomi Sulawesi Utara akan tumbuh, serta akan tejadi peningkatan yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, dan masih banyak lagi,” jelas Henry.
Sebaliknya, jika tidak ada penciptaan lapangan kerja baru sementara seluruh wilayah Provinsi Sulut mengandung mineral, dan tidak bisa dikelolah oleh masyarakat, maka angka kriminalitas akan naik.
“Coba bayangkan kalau di lahan kita, kita sudah tahu mengandung mineral emas, tetapi tidak di bolehkan untuk di olah. Mereka pasti berpikir, daripada ba pancuri, Lebe bae Gale Jo. Itu makanya saya terus berupaya agar wilayah-wilayah pertambangan dapat diperjelas dalam RTRW,” ucap Henry.
Meski begitu, Henry meyakini, gubernur Yulius Selvanus akan terus memberikan perhatian serius untuk hal ini, yang menjadi salah satu cara yang akan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja baru untuk kesejahteraan masyarakat Sulut.
(Erdysep Dirangga)
