Manado-Manufaktur mikro dan kecil di Sulut sejatinya tak bisa disepelekan. Industri tersebut menjadi pendorong utama perekonomian daerah dengan kontribusi hingga hingga 7,82% pada PDRB 2012.
Pertumbuhannya dari 2011, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dantes Simbolon, belum lama, mencapai 7,56%.
“Industri seperti ini tersebar di Kabupaten Minsel, Minut, Minahasa, Kepulauan Sangihe dan Bolmong Selatan,” ujar Dantes pada wartawan.
Umumnya manufaktur mikro dan kecil berbahan dasar dari komoditas pertanian. BPS dalam berita rilis terakhir menyebut, Kabupaten Minsel dan Minahasa dalah daerah potensial dari sisi pengembangan industri minuman keras dan kopra.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Sangihe, industri jenis ini yang dikembangkan adalah pandai besi yang memroduksi parang dan pisau. (alf)
