Kota Manado

Mangindaan Prihatin Jajanan Gunakan Bahan Berbahaya Ditemukan

Manado – Harley Mangindaan kepada wartawan meminta agar Dinas Kesehatan, Dinas Perindag hingga Camat dan Kelurahan di Kota Manado bisa peka akan setiap momen yang akan dihadapi. Pasalnya melalui Dinas hingga sampai di kelurahan bisa lakukan sosialisasi bagaimana jajanan yang sehat.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota saat melakkan pengawasan jajanan kue buka puasa bersama Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado. Hasilnya, 1 jenis jajanan yakni Kue Ku ternyata menggunakan bahan berbahaya bagi konsumen ditemukan.

“Tiap tahun ada kasus dan saat ini juga didapati ada kasus baru. Kan kita harus kasihan warga kita sendiri komsumsi makanan yang dianggap berbahaya bagi kesehatan,”

“Apalagi sesuai pengakuan penjual ternyata kue yang menggunakan bahan berbahaya telah berlangsung sejak hari pertama berpuasa, jadi bisa dihitung yang terjual atau yang sudah dimakan oleh warga muslim termasuk non muslim ada ratusan biji kue ku,” ujar Mangindaan.

Diakui penjual jajanan yang ditemukan bahan berbahaya di Kelurahan Banjer, setiap hari dipasok sekitar 25 biji Kue Ku.

“Tiap hari terjual habis. Saya tidak tahu kalau ada bahan berbahaya karena Kue Ku ini hanya diantar untuk dititip jual,” ungkap penjual yang meminta namanya tidak di publish.

Penjual lain pun bersyukur karena dengan adanya sidak Wakil Wali Kota dan BPOM dengan uji laboratorium langsung diketahui jajanan yang layak dan tidak.

“Kalau ada sidak seperti ini kami penjual dan warga pembeli pasti akan merasa aman. Apalagi BPOM ikut sosialisasikan bagaimana langkah pertama cara mengetahui jajanan yang layak dan tidak layak dikomsumsi,”

“Seperti dari warna jajanan yang mencolok diduga gunakan bahan pewarna berbahaya,” ungkap Ibu Mila dan rekan-rekannya kepada wartawan.

Usai kelurahan Banjer, rombongan BPOM dan Wakil Wali Kota bertolak ke Wilayah Perkamil.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara