
Bitung – “Mana itu janji, yang Bapak Hanny ada bilang, so dari dulu ada tunggu-tunggu, cuma putar bale”. Itulah sebait lagu yang dinyanyikan puluhan pedagang Pasar Pinasungkulan Sagerat di depan Kantor DPRD Kota Bitung sambil menggelar dagangangan, Senin (2/9).
“Mana itu janji Pak Walikota, bilang mo kase pindah tu Pasar Girian habis Lebaran. Sampai sekarang mana, cuma janji-janji putar bale,” kata salah satu pedagang, Surce.
Para pedagang Pasar Sagerat mengaku sudah gerah dengan janji-janji manis walikota yang tak kunjung ditepati. Hingga mereka nekad meninggalkan lokasi Pasar Sagerat dan menggelar dagangan di sejumlah lokasi yang dianggap sratetis seperti batas kota, depan kantor walikota dan kantor DPRD Kota Bitung.
“Kami akan terus begini sampai apa yang dijanjikan walikota terwujud,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Maurits Mentiri menyatakan prihatin dengan aksi yang dilakukan puluhan pedagang Pasar Sagerat di depan Kantor DPRD. Padahal dari awal, konsep yang ditawarkan DPRD untuk Pasar Sagerat sudah sangat jelas tapi sayang tidak berjalan dengan baik.
“Ini perlu segera dicarikan solusi agar permasalahan ini tidak berlarut-larut,” kata Mantiti.
Menurutnya, masalah pedagang Pasar Sagerat ini adalah tugas Pemkot dan DPRD untuk duduk bersama mencari solusi. Kendati dirinya menganggap pada awalnya persoalan Pasar Sagerat sudah selesai tapi rupanya masih ada persoalan-persoalan yang mengakibatkan para pedagang menggelat dagangan di luar lokasi pasar.
“Dan jika memang selama belum ada solusi kami siap menampung para pedagang jika memang menginginkan kantor DPRD dijadikan pasar sementara,” katanya. (abinenobm)
