Agama dan Pendidikan

Makna Perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili

Kemudian Kaisar Han Wu Di menetapkan penghitungan tahun pertama  kalendernya dihitung sejak 551 SM, tahun kelahiran Nabi Kongzi.

Jika ditambahkan tahun Masehi 2023 maka tahun baru Imlek tahun ini adalah 2574 dan disebut pula Kongzili artinya penanggalan berdasarkan usia Nabi Kongzi.

Tahun baru Imlek 2574 Kongzili ditahun 2023 jatuh pada hari Minggu, tanggal 22 Januari 2023. 

ADVERTISEMENT

Dalam setiap agama diwilayah mana agama tersebut mula-mula lahir dan berkembang maka budayanya ikut lestari sebagaimana agama Khonghucu yang seiring dengan unsur budaya Tionghoa.

Sejarah agama Khonghucu / Ru Jiao  berjalan bersama dalam lintasan sejarah bangsa Tionghoa selama kurun waktu 5000-an tahun hingga kini.

Setiap momen perayaan tahun baru Imlek pasti akan selalu ada pernak-pernik Imlek, angpao, barongsai dan Wushu, ramalam Shio dan quamia, Fengshui, pakaian yang didominasi warna merah/Cheongsam hingga riasan dan kuliner khas Imlek, semuanya adalah kebudayaan yang menyertai makna religi keagamaan Khonghucu. 

Bagi umat Khonghucu, tahun baru Imlek adalah hari raya keagamaan.

Bagi masyarakat Tionghoa yang bukan lagi beragama Khonghucu yang turut merayakannya dari sisi budaya Tionghoa, tidak ada yang melarangnya.

“Mari kita bergembira bersama merayakan tahun baru Imlek dengan suka cita tapi etisnya jangan mengaburkan sejarah, makna keagamaannya dengan mengatakan bahwa tahun baru Imlek adalah budaya bukan agama. Kalau hanya unsur budaya tentu tidak ada upacara dan sembahyang yang seharusnya menjadi ranah agama. Jikapun dikatakan bahwa tahun baru Imlek adalah perayaan etnis (dalam hal ini Tionghoa), juga kurang tepat karena dirayakan pula bangsa-bangsa lain di dunia seperti Korea dan Jepang, Vietnam, Singapura dan bangsa lainnya dengan istilah berbeda,” jelas Yosadi.

Ditambahkannya, bahwa regulasi atau aturan hukum berhubungan dengan hari libur nasional di Republik Indonesia berkaitan dengan peristiwa penting nasional serta agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, bukan hari raya etnis dan budaya semata. 

Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional/Imleknas yang diselenggarakan MATAKIN setiap tahun, khusus Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Januari di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dan Klenteng Kong Miao TMII Jakarta yang rencananya dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Manado, Sulawesi Utara, dilaksanakan berbagai kegiatan yakni pembersihan rumah Ibadat Klenteng dan Jinshen arca Para Shen Ming/Sien Beng serta Nabi Kongzi, kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan ke panti-panti asuhan, donor darah yang dilaksanakan di Klenteng Kongzi Miao Manado.

Selain itu ada juga penanaman pohon untuk penghijauan kota Manado, kebaktian serta upacara persembahyangan malam pergantian tahun, atraksi barongsai dan pemasangan kembang api.

Syukuran bersama masyarakat umum juga menjadi bagian dari perayaan ini, serta rangkaian upacara persembahyangan hingga puncaknya saat Capgomeh, dalam dialek Manado disebut Pasiar Tapikong yang jatuh oada hari Minggu, tanggal 5 Februari 2023.

Semua rangkaian kegiatan diinisiasi Pengurus MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Provinsi Sulut, MAKIN (Majelis Agama Khonghucu Indonesia) Manado, PERKHIN (Perempuan Khonghucu Indonesia) Sulut, PAKIN (Pemuda Agama Khonghucu Indonesia) Manado. 

“Tema perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili tahun 2023 yang dikeluarkan MATAKIN adalah “Teraturnya Negara sesungguhnya berpangkal pada keberesan dalam Rumah Tangga/Zhi Guo Zai Qi Qi Jia”. Selamat Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili

Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi. Salam bahagia di tahun baru, berlaksa perkara sesuai harapan,” ucao Yosadi.

(***/Frangki Wullur)