Agama dan Pendidikan

LP3KD Sulut Matangkan Persiapan Menuju Pesparani Nasional IV 2027

LP3KD Sulut Matangkan Persiapan Menuju Pesparani Nasional IV 2027
LP3KD Sulut Konsolidasi Menuju Pesparani Nasional IV 2027.

Penulis : Ivan Xaverius | Manado

Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sulawesi Utara mematangkan persiapan menuju pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional IV tahun 2027.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LP3KD Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada 8–9 Agustus 2026 di Hotel Rogers Manado.

ADVERTISEMENT

Rakerda menjadi momentum penting bagi jajaran LP3KD Sulawesi Utara untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun berbagai langkah strategis menghadapi Pesparani Nasional IV yang akan berlangsung di Sulawesi Utara pada November 2027.

Kegiatan ini diikuti pengurus LP3KD Provinsi Sulawesi Utara, pengurus LP3KD kabupaten/kota, tim kepelatihan kontingen Sulawesi Utara, serta tim kerja LP3KD.

Sejumlah agenda dibahas dalam Rakerda, di antaranya evaluasi program tahun 2026, pembahasan sistem seleksi dan pembinaan peserta lomba, penguatan spiritualitas, peningkatan kerja sama tim, serta penguatan komunikasi organisasi.

Selain itu, Rakerda juga membahas berbagai persiapan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pesparani Nasional IV 2027, termasuk penetapan logo dan tema Pesparani Nasional.

Ketua Umum LP3KD Provinsi Sulawesi Utara, Wenny Lumentut, menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi bagian penting dari konsolidasi seluruh elemen LP3KD dalam mempersiapkan Pesparani Nasional IV.

“Pesparani Nasional IV adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Sulawesi Utara. Karena itu, seluruh pengurus, pelatih, pendamping, dan umat Katolik harus bergerak bersama membangun kesiapan sejak sekarang,” ujar Wenny.

Menurutnya, Rakerda menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, serta memastikan seluruh langkah persiapan berjalan secara terarah.

Ia berharap Pesparani Nasional IV nantinya tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu menampilkan wajah Sulawesi Utara yang ramah, religius, serta menjunjung tinggi semangat persaudaraan dalam keberagaman.

Sementara itu, Pastor Moderator LP3KD Sulawesi Utara, RD. Paulus Joseph Mentang, mengingatkan bahwa Pesparani memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.

“Pesparani adalah sarana pembinaan iman melalui seni liturgi dan budaya. Karena itu, seluruh proses persiapan harus dilandasi semangat pelayanan, doa, dan kebersamaan,” katanya.

Ia menambahkan, persiapan Pesparani tidak hanya berorientasi pada prestasi peserta lomba, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang semakin mencintai Tuhan, Gereja, dan bangsa.

Rakerda juga diisi dengan sesi penguatan spiritualitas dan pelatihan dinamika tim. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi sebagai ungkapan syukur atas proses yang telah dijalani bersama.

Melalui Rakerda tersebut, LP3KD Sulawesi Utara menargetkan terbangunnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan kontingen yang unggul sekaligus memastikan penyelenggaraan Pesparani Nasional IV 2027 berjalan secara profesional dan inklusif.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Sulawesi Utara diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang sukses dalam penyelenggaraan, prestasi, sekaligus menghadirkan sukacita dan semangat persaudaraan bagi umat Katolik dari seluruh Indonesia. (*)