
Pater Johanes de Vries SJ dan potret umat Katolik Langowan akir tahun 1800-an
Penulis: Frangki Wullur | Langowan
18 September bagi umat Paroki St. Petrus Langowan menjadi momentum penting bagi perjalanan iman yang kini telah berusia 158 tahun.
Hari ini, segenap umat Katolik Paroki St. Petrus Langowan diajak mundur 158 tahun kebelakang untuk mengenang kedatangan sang misionaris Pater Johanes de Vries SJ untuk suatu misi bersejarah membaptis anak sang perintis Daniel Mandagi.
Tanggal ini memang bukanlah momentum utama kembalinya iman Katolik di tanah Minahasa khususnya Langowan, namun tidak bisa dipisahkan dari peristiwa yang terjadi satu hari setelahnya.
Langowan, 18 September 1868
Hari itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan panjang sejarah iman Katolik di Langowan dan Minahasa.
Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jawa dan berlabuh di Pelabuhan Kema pada 14 September 1868, seorang imam Serikat Jesus atau Jesuit Pater Johanes de Vries SJ akhirnya tiba di Langowan pada 18 September 1868.
Kedatangannya bukan sebuah perjalanan biasa. Ia datang sebagai jawaban atas kerinduan seorang putra Langowan, Daniel Mandagi, yang menginginkan anaknya Agustinus Demol Mandagi menerima Sakramen Pembaptisan secara Katolik.
Surat Daniel Mandagi kepada Uskup Batavia
Kisah ini bermula dari Daniel Mandagi, seorang Minahasa yang pernah menjalani dinas sebagai tentara KNIL di Jawa dan kemudian kembali ke Langowan.
Saat kembali ke Langowan, situasi keagamaan waktu itu didominasi oleh Protestan atau yang pada waktu itu dikenal dengan sebutan Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) dan tidak ada jejak iman Katolik.
Dengan demikian pelayanan keagamaan di wilayah tersebut terutama dilakukan oleh para misionaris Protestan dari (NZG).
Daniel Mandagi pun menikah dengan seorang perempuan bernama Tentji Londah dan dikaruniai anak pertama Demol Mandagi (sesuai keterangan dalam Buku 140 Tahun Pembaptisan yang ditulis cece Daniel Mandagi yaitu Dion Mandagi.
Sebagai seorang yang telah menerima iman Katolik saat masih bertugas di Jawa, Daniel Mandagi tentu berkeinginan agar anaknya itu menerima Sakramen Pembaptisan.
Namun sayangnya, di Langowan waktu itu tidak ada imam Katolik yang dapat memenuhi kerinduan Daniel Mandagi.
Sempat dilanda kecemasan, namun dalam situasi tersebut, Daniel Mandagi mengambil langkah penting (tentu hal itu diyakini juga atas sepengetahuan sang istri).
Ia pun menulis surat kepada Uskup Batavia Mgr Petrus Maria Vrancken, yang intinya memohon agar seorang imam Katolik datang ke Langowan untuk memberikan pelayanan sakramental, terutama membaptis anaknya.
Permohonan tersebut kemudian mendapat tanggapan positif dan Pater Johanes de Vries SJ ditugaskan untuk melakukan perjalanan ke Minahasa.
Catatan sejarah yang ada menyebutkan bahwa setelah memperoleh izin perjalanan dari pemerintah kolonial, Pater de Vries berangkat menuju Minahasa.
Dari Kema Menuju Langowan
Pater Johanes de Vries SJ tiba di Pelabuhan Kema pada 14 September 1868.
Di tempat ini ia menyempatkan diri memberikan pelayanan pembaptisan kepada sejumlah orang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Langowan.
Oleh karena itu, 14 September oleh Keuskupan Manado dijadikan rujukan untuk perayaan syukur 150 tahun kembalinya iman Katolik di Minahasa pada 14 September 2018 lalu.
Empat hari kemudian, pada 18 September 1868, perjalanan itu sampai pada tujuan utama yaitu Langowan.
Kedatangannya disambut oleh orang-orang yang telah menantikan pelayanan imam Katolik.
Dalam catatan yang kemudian ditelusuri oleh KOMSOS Paroki St. Petrus Langowan, Pater de Vries dilaporkan datang ke Langowan dan terlebih dahulu melapor kepada Major Thomas Sigar, kepala distrik pada masa itu.
Salah satu hal yang menarik dari peristiwa tersebut adalah tempat Pater de Vries bermalam.
Ia menumpang di rumah Pendeta Abraham Obesz Schaafsma, seorang misionaris Protestan yang bertugas di Langowan.
Keberadaan Pater de Vries di rumah seorang misionaris Protestan menjadi bagian unik dari sejarah awal perjalanan Katolik di Langowan.
Pertemuan dengan Daniel Mandagi
Setelah tiba di tempat persinggahannya, Pater Johanes de Vries SJ bertemu Daniel Mandagi.
Momentum itu menjadi pertemuan penting dalam sejarah Katolik Langowan.
Pater de Vries kemudian memastikan bahwa Daniel Mandagi adalah orang yang sebelumnya mengirimkan surat kepada Uskup Batavia, memohon kehadiran seorang imam untuk membaptis anaknya.
Dengan demikian, kedatangan Pater de Vries pada 18 September 1868 bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.
Kedatangan tersebut merupakan jawaban atas sebuah kerinduan iman yang telah disampaikan melalui surat.
19 September 1868: Misa dan Pembaptisan
Sehari setelah kedatangannya, yakni 19 September 1868, Pater Johanes de Vries SJ mempersembahkan Misa di Langowan.
Menurut catatan sejarah yang dikutip dalam berbagai penelusuran mengenai sejarah Paroki St. Petrus Langowan, Misa tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberian Sakramen Pembaptisan kepada Demol Mandagi yang menurut catatan baptisan di Paroki St. Petrus Langowan mendapatkan nama baptis Agustinus dan beberapa orang lainnya.
Karena itu, dua tanggal tersebut memiliki makna yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan:
Momentum kedatangan Pater Johanes de Vries SJ pada 18 September 1868 dan Misa serta pembaptisan memang merupakan dua peristiwa yang terjadi di hari yang berbeda, akan tetapi sama sekali tidak bisa dipisahkan dari tonggak sejarah kembalinya iman Katolik ke tanah Minahasa.
Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada yang lebih penting dari kedua tanggal tersebut, karena merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Sebuah Awal yang Menentukan
Peristiwa 18–19 September 1868 kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Gereja Katolik di Langowan.
Langowan kemudian berkembang dan menjadi salah satu ruang penting dalam sejarah pertumbuhan umat Katolik di wilayah yang kini berada dalam pelayanan Keuskupan Manado.
Lebih dari satu setengah abad kemudian, jejak peristiwa tersebut tetap dikenang oleh umat Katolik Langowan sebagai bagian dari sejarah iman yang diwariskan dari generasi ke generasi.
18 September 1868 menjadi tanggal kedatangan dan 19 September 1868 menjadi tanggal pembaptisan.
