
Manado, BM – Letusan Gunung Lokon yang kembali terjadi pada Selasa, (1/5/2012) sekitar pukul 11:55 Wita, akibat letusan gunung berapi tersebut telah mengeluarkan asab hitam tebal setinggi 2500 m. Untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, maka Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil mengimbau agar warga masyarakat yang tinggal di Kota Tomohon untuk tetap siaga. Himbauan tersebut di sampaikan Kansil kepada sejumlah wartawan pos pemprov di ruang Press Room Kantor Gubernur Sulut.
“Memang aktivitas Gunung Lokon beberapa minggu terakhir ini terus menunjukan aktivitas gempa, karena itu Pemprov Sulut terus melakukan monitor secara langsung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, bahkan dengan pemerintah Kota Tomohon,” jelas Kansil.
Ia menambahkan “Kaban Penanggulangan Bencana Daerah Ir. Hoyke Makarawung, telah melaporkan baik kepada Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang dan kepada saya melalui Short Mesage Service (SMS), dimana telah terjadi aktivitas di Gunung Lokon, yang ditandai dengan meningkatnya kegempaan vulkanik dangkal dan vulkanik, 2-3 gempa dalam 2 menit antara gempa diikuti tremorvulkanik,” ujarnya.
Untuk itu Kansil mengimbau pula, agar dalam radius 2,5 km dari kawah Tompaluan tidak ada aktivitas warga di area tersebut, mengingat dalam radius tersebut sangat berbahaya bagi warga, harapnya.
Sementara untuk Gunung Karangetang, Kansil minta agar pemerintah dan masyarakat Sitaro juga terus mewaspadainya. Walaupun aktivitasnya tidak seperti Gunung Lokon, namun kita terus mewaspadainya. (jrp)
