- Jerman
Melalui komisi vaksin Jerman STIKO merekomendasikan vaksin AstraZeneca hanya bagi warga di atas 60 tahun.
Hal ini dikarenakan kasus pembekuan darah banyak terjadi di usia dewasa.
Sesuai rencana, rekomendasi baru vaksin AstraZeneca akan diberikan pada April.
“Kami menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun,” kata Menteri Kesehatan Dilek Kalayci.
- Belanda
Keputusan penangguhan AstraZeneca bagi non lansia di Belanda, diberikan 3 hari.
Usai Jerman lebih dulu menyetop penggunaan vaksin pada usia di bawah 60 tahun.
Alasannya ini adalah adanya pembekuan darah di sedikit kasus pasca vaksinasi AstraZeneca.
Otoritas kesehatan yang meneliti efek samping vaksin menyebutkan dari 400 ribu orang yang divaksinasi AstraZenec, ada 5 laporan kasus pembekuan darah tak biasa pasca disuntik.
Seluruh kasus pembekuan darah terjadi antara 7 dan 10 hari setelah vaksinasi. Banyak dari mereka yang mengalami pembekuan darah berada di rentang usia 25 dan 65 tahun.
- Prancis
Negara Prancis lebih dahulu menyetop penggunaan vaksin AstraZeneca pada usia di bawah 55 tahun.
Prancis memilih untuk berhati-hati dalam penggunaan AstraZeneca sejak kasus pembekuan darah banyak ditemukan di usia dewasa muda.
“Kebijakan didasarkan fakta. Laporan pembekuan darah menyebabkan ditangguhkannya penggunaan vaksin sementara di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya kemarin, hanya terlihat pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun,” demikian keterangan otoritas kesehatan Prancis.
Walaupun beberapa negara menghentikan vaksin AstraZeneca.
Namun, terbukti kekhasiatannya oleh WHO sehingga bisa disuntikkan kepada masyarakat dunia secara global.
(Alfrita Semen)
