Minut

Liemmei Kowaas, Atlet Perempuan Pertama Terbang di Langit Likupang

Liemmei Kowaas, Atlet Perempuan Pertama Terbang di Langit Likupang
Atlet paralayang Liemmei Kowaas.

Minut,BeritaManado.com – Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Provinsi Sulawesi Utara benar-benar menjadi organisasi yang banyak berkontribusi bagi daerah.

Sukses dengan banyak kegiatan sosial seperti aksi bersih kota, sapu laut, pantai dan sungai, penghijauan secara swadaya, olahraga ekstrim dan lainnya, kini kembali menorehkan sejarah dengan membawa tim pertama yang berhasil menemukan lokasi olahraga paralayang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara (Minut).

Di bawah komando Ketua Umum FKPA Sulut Nanvie Kowaas-Tagah, hampir tiga bulan melakukan survei beberapa bukit di Likupang Timur, Barat dan Selatan akhirnya menemukan Bukit Kerbau di Desa Kinunang sebagai spot yang cukup layak untuk olahraga paralayang.

ADVERTISEMENT

Adapun pada akhir pekan baru-baru ini,  tim paralayang FKPA Sulut kembali melakukan penerbangan paragliding dari Puncak Kerbau.

Begitu menantang karena harus melalui hutan menuju puncak tempat take off.  

Dalam penerbangan paralayang ini, Liemmei Kowaas adalah satu dari delapan orang yang ‘terbang’ pertama di kawasan KEK Pariwisata Likupang ini.

Artinya putri pasangan Ketua FKPA Sulut Nanvie dan almarhum Frangky Kowaas ini menjadi atlet perempuan pertama yang terbang di langit Likupang khususnya kawasan KEK Likupang. 

“Ini adalah jawaban doa torang samua.  masyarakat, Hukum Tua Desa Kinunang dan Bupati Joune Ganda yang sangat welcome dengan olahraga paralayang, maka kegiatan seperti ini bisa berlangsung dan bersyukur lokasi ini memang menantang dan terbukti cukup layak untuk olahraga paralayang,” ungkap Nanvie, Senin (17/05/2031).

Dikatakan Nanvie, ide untuk memperluas wilayah atau spot olahraga ekstrim terinspirasi juga dari suaminya Frangky Kowaas yang sangat senang menciptakan lokasi-lokasi wisata alam yang baru.

“Sangat bersyukur banyak teman-teman yang senang olahraga dialam dan punya visi yg ang sama. Target kami Likupang bisa menjadi tuan rumah event nasional Paralayang dan terutama daya tarik KEK Likupang makin bertambah dengan banyak spot wisata olahraga,” ungkap alumni Unsrat Manado ini. 

Nanvie juga menuturkan jika pada 9 April 2021 lalu adalah penerbangan pertama dari Bukit Larata Kinunang dengan pilot Bung Marcell Warouw.

“Sungguh sangat ekstrim karena penerbangan pertama tanpa angin tapi Puji Tuhan pilot pertama berhasil landing dan akhirnya makin banyak teman-teman yang tertantang terbang di langit Likupang,” ujar wanita multitalenta ini. 

Terpisah, Ketua Pendiri KPA Likupang Yudith Rondonuwu, memberi apresiasi kepada Tim Paralayang yang berhasil merintis jalur wisata baru di Likupang.

“Ini sebuah prestasi dan sejarah baru. Likupang tidak ada gunung hanya ada bukit-bukit dan salut untuk Tim Paralayang dibawah komando Ketua FKPA Sulut Ibu Nanvie yang bisa merintis spot paralayang dari tanah Likupang,” ujar Rondonuwu. 

Rondonuwu menuturkan ide membuka jalur wisata baru sudah sejak tahun 2020 saat Ibu Nanvie terpilih menjadi Ketua FKPA Sulut. “Orangnya penyuka tantangan dan tidak mau yang biasa-biasa saja.

Bahkan basecamp KPA Likupang di bukit Kolintang Desa Sarawet dan Pulau Kosong Napomanu yang lokasinya cukup ekstrim itu juga banyak dikenal karena dipilih Ibu Nanvie menjadi lokasi pekan bakti FKPA Sulut November 2020 lalu,” kata putri kelahiran Likupang ini. 

Sementara itu, tokoh masyarakat Minahasa Utara, Joppie Worek menuturkan jika organisasi atau komunitas yang kreatif seperti ini harus mendapat banyak dukungan pemerintah.

Apalagi untuk olahraga ekstrim seperti paralayang, hiking, susur sungai, laut dan lainnya.

“Olahraga ekstrim itu daya tariknya tinggi. Bahkan banyak destinasi wisata dikenal karena ada terkenal dengan adanya lokasi olahraganya. Saya yakin KEK Likupang akan makin sempurna dengan kehadiran spot olahraga paralayang dan lokasi wisata yang baru lainnya,” ungkap Worek yang juga jurnalis senior jebolan Koran Kompas. 

Berikut 8 pilot pertama yang terbang di Likupang dan menorehkan sejarah dalam dunia paralayang Likupang:

  1. Marcell Warouw
    2. Reza Tampenawas
    3. Abriel Sendow
    4. Yuri Sigarlaki
    5. Cerwin Sumilat
    6. Liemmei Kowaas
    7. Joyner Rawung
    8. Andrew Yehezkiel Wauran

(***/Finda Muhtar)