
Manado – Enam bulan kepemimpinan Olly Dondokambey, SE dan Drs Steven Kandouw (OD-SK) pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut sejak 12 Februari hingga 12 Agustus 2016 menjadi titik balik kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Pasalnya pasangan pemimpin membuat bungkam para peragu terhadap kemajuan Sulut selama lima tahun kedepan.

Kedua pemimpin ini juga membuat para pesimistis berbalik menjadi optimis, pasalnya berbagai program pembangunan Sulut kedepanpun mulai direalisasikanbahkan hanya dalam enam bulan penanaman modal dan investasi baik.

Dari target realisasi investasi yang ditetapkan untuk tahun 2016, yakni sebesar 2,5 Triliun Rupiah,Pemprov Sulut berhasil dicapai sebesar 1,35 Triliun Rupiah atau mencapai 54,15%, yang terdiri dari PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar 804 Milyar Rupiah dengan 96 Proyek dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar 549 Milyar Rupiah dengan 45 Proyek.

Adapun 5 (lima) sektor unggulan dalam periode ini adalah: Sektor Pariwisata (Hotel dan Restoran), Sektor Industri (berbagai jenis industri), Sektor Energi (Pembangkit Listrik, Gas, dll), dan Sektor Pertambangan.
Dibidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, penguatan Kelembagaan Koperasi sebagai elemen pertama penumbuhan perekonomian kerakyatan dengan sasaran 30 Koperasi berhasil dilakukan, pemberian penghargaan kepada Koperasi yang berprestasi untuk 2 (dua) Koperasi di Tingkat Nasional dan 7 (tujuh) Koperasi di Tingkat Provinsi.
Sementara dibidang Tenaga Kerja kegiatan pameran bursa kerja (Job Fair) tahap pertama tahun 2016 sebanyai 48 perusahaan telah menopang dan berpartisipasi, jumlah lowongan kerja 2.588 lowongan dan jumlah pencari kerja yang mendaftar sebanyak 1.896 orang. Pihak Disnaker juga telah melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta kursus keterampilan kerja melalui balai latihan kerja sebanyak 936 orang serta banyak kegiatan yang telah dilakukan guna menunjang program OD-SK.
Untuk urusan ketahanan pangan dilakukannya pemantauan harga pangan pokok selama 3 bulan (Maret, April dan Mei 2016), Pemantauan ketersediaan pangan sampai bulan April 2016, 3 Gapoktan tahap penumbuhan dalam proses pencairan bantuan masing-masing sebesar Rp.150.000.000, pelatihan penguatan kapastas, investigasi daerah rawan pangan, 58 KWT di Kabupaten/Kota telah menerima bantuan.
Masing-masing sebesar Rp.10.000.000 (10 KWT di Minahasa, 10 KWT di Minsel, 10 KWT di Bolmong, 6 Gapoktan di Minut, 6 Gapoktan di Kab. Boltim, 4 Gapoktan di Kota Kotamobagu, 9 Gapoktan di Mitra, dan 3 Gapoktan di Kota Manado).
Bidang Pemberdayaan Perempuan, pemulangan dan penjemputan korban trafficking sebanyak 3 orang dari Mamasa dan Kalimantan Utara berhasil difasilitas Pemprov Sulut. Pelaksanaan perlindungan anak yang holistic dan integrative di Provinsi Sulut melalui pembentukan perlindungan anak berbasis dasa wisma, lembaga keagamaan dan sekolah di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara dengan cakupan kelompok dasa wisma (60 kelompok), lembaga agama 50 kelompok, sekolah 20 kelompok (SMU-SMA-SMK-MA).
Pembentukan sistim pelayanan satu pintu untuk penanganan anak korban kekerasan di P2TP2A Provinsi, launching Kelompok Peduli Sahabat Anak di Sekolah-Sekolah, tersusunnya Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang Holistik dan Integratif, kampanye stop kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta Deklarasi Stop Kekerasan kepada anak dan Perempuan.
Sesuai Permendagri Nomor 42 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Dirjen Politik dan Pemerintahan Kementerian dalam Negeri telah melaksanakan evaluasi untuk periode b04 bagi pelaksanaan Rencana Aksi Penanganan Konflik Sosial tahun 2016 terhadap 34 (tiga puluh empat) Provinsi. Hasilnya Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan rangking ke 4 Wilayah Indonesia Timur dan rangking ke 7 Nasional di bidang Kesbangpol.
Sedangkan untuk situasi dan kondisi kantramtibmas di wilayah Sulut sampai dengan saat ini masih kondusif. Kondisi ini tercipta berkat kerjasama dan Koordinasi yang baik dengan mitra terkait (TNI, POLDA, Kejati, BINDA serta FKUB, FKDM,FPK dan Forum Ormas, Toga,Tomas, Tokoh Pemuda dan elemen masyarakat lainnya).
Dibidang Otonomi Daerah (Otda), Dimana hubungan antara pemerintah/ekseskutif dengan legislatif telah berlangsung dalam kerangka hubungan kemitraaan yang harmonis sesuai perundang-undangan,dalam semester pertama tahun 2016 ini telah dihasilkan 2 Peraturan Daerah, 22 Peraturan Gubernur, 155 Keputusan Gubernur fasilitasi proses administrasi pejabat negara di daerah, serta proses pemekaran Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Bolang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Untuk urusan pemerintahan umum, ditandai dengan peningkatan kualitas hubungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam mengantisipasi berbagai isue strategis daerah dan terfasilitasinya proses penyelesaian batas wilayah pada beberapa kabupaten/kota.
Disamping itu, pemerintah Provinsi berhasil mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil dan terluar. Segmen batas yang ada di Sulut sudah ada beberapa Segmen terselesaikan untuk proses Permendagri yaitu batas Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Minahasa Utara dengan Kota Manado.
Sementara untuk segmen batas yang akan direkomendasikan Pemerintah Provinsi Sulut ke Kementerian Dalam Negeri yaitu Segmen Batas Kabupaten Minahasa dengan Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa dengan Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Kotamobagu dengan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Sementara yang sudah diterbitkan Permendagri dan telah diserahkan yaitu Segmen Batas Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara dengan Kabupaten Minahasa, Kota Kotamobagu dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow dengan Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Minahasa Utara degan Kota Bitung.
Dibidang Kelautan dan Perikanan, jumlah produksi perikanan sampai dengan bulan Juli 2016 telah di capai 530.100,9 Ton yang terdiri dari produksi perikanan tangkap 95.645,9 Ton dan produksi perikanan budidaya 434.455.
NTN Nelayan bulan Juni 2016 sebesar 101,12 meningkat 1,08 persen pada bulan Juli 102,94 persen, sedangkan NTN sektor perikanan Budidaya Bulan Juli menurun sebesar 0,34 persen dari 93,26 persen bulan Juni menjadi 92, 95 pada Bulan Juli.
Dibidang Pertanian dan Peternakan, capaian produksi komoditas tanaman pangan sampai dengan bulan Juli 2016 sudah lebih dari 57,69%, capaian produksi ini diperoleh dari panen pada musim panen Januari-Juli. Sementara untuk hortikultura yang produksinya berorientasi agribisnis, rata-rata pencapaian produksinya sudah diatas 41,35%.
Pencapaian produksi peternakan rata-rata sudah diatas 50,01% dalam bentuk ketersediaan daging siap dipotong, data ini diperoleh dari konservasi populasi ternak yang umurnya siap potong ke produksi daging.
Bidang Perkebunan, telah terfasilitasinya sarana produksi yaitu pupuk NPK (500 Ton) untuk meningkatkan produktifitas tanama perkebunan, terlaksananya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), perluasan areal perkebunan di 3 kabupaten (Minahasa, Minsel dan Mitra), tersalurkannya bantuan UPH minyak kelapa skala keluarga, 10 unit (80%) di Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan. UPH Kopra 10 unit (100%) di Bitung, Minut, Minahasa, Minahasa Tenggara, Minsel; UPH gula semut 12 unit (50%) di Minahasa Selatan, Kotamobagu, Tomohon, UPH pengering pala 2 unit ( (100%) di Minahasa Utara.
Bidang Kehutanan, pengadaan bibit untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan di 9 Kabupaten/Kota sebanyak 208.000 bibit. Perubahan fungsi sebagain Cagar Alam Gunung Ambang menjadi Taman Wisata Alam (TWA), Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Usulan ± 3.379,97 Ha untuk pembangunan aksebiltas jalan Desa Tuduaog, Desa Kolingangaan, Pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Mopuya, aksesbilitas jalan Desa Sinsingon Desa Manumbo.
Pembangkit Listrik Pertamina Geothermal Energi (PGE) dan kebun Hotikultura di Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur. Realisasi sesuai rekomendasi dari Tim Terpadu (TIMDU) seluas 3.232,73 Ha, serta Mengikuti pameran Indogreen Expo 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 25 29 Mei 2016 di Jakarta
Sementara itudi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, pelaksanaan promosi pariwisata di luar daerah (Kemilau Sulawesi di Bandung (25-27 Maret 2016), Deep Extreme di Jakarta (31 Maret-3 April 2016), Kuliner Nusantara di Jakarta (14-16 April 2016), Gebyar Wisata Nusantara di Jakarta (26-29 Mei 2016), Launching Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Jakarta (29 Mei 2016)) dan Asian Pacific Choir Games yanga diikuti oleh beberapa Negara.
Dibidang pendidikan, Pelatihan dan Kepegawaian telah dilakukan penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan Tingkat IV di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pola Kemitraan dengan Kabupaten/Kota se Provinsi Sulut tahun 2016 dilaksanakan sebanyak 13 kegiatan diklat dengan total jumlah peserta sebanyak 509 orang peserta.
Diklat Prajabatan CPNS Kategori 2 dan Umum di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pola Kemitraan dengan Kabupayen/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara hingga Agustus 2016 sebanyak 10 kegiatan diklat, dengan total jumlah peserta 1.386 peserta.
Diklat Teknis dan Fungsional telah dilaksanakan 4 kegiatan Diklat dengan jumlah peserta 141 ASN. Terjaringnya 26 Orang Praja hasil seleksi yang melaksanakan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari total 537 peserta yang mendaftar di tahun 2016.
“Akhirnya, segala upaya melalui ide-pemikiran dan tenaga dengan kerja keras telah Kami kedepankan untuk membangun Provinsi Sulawesi Utara tercinta pada enam bulan ini, dan secara umum harus diakui telah memberi kemajuan dan keberhasilan. Namun sangat disadari juga masih dijumpai program dan kegiatan yang perlu ditingkatkan kinerjanya,” jelas Olly Dondokambey.
Hal ini menurut dia merupakan dinamika dalam setiap proses pembangunan, tetapi yang pasti setiap keberhasilan akan makin memotivasi untuk terus berbuat dan berkarya bagi kemajuan daerah tercinta. Dan setiap kegagalan dan kekurangan akan senantiasa menjadi pembelajaran yang berarti untuk perbaikan dan penyempurnaan di tahun-tahun mendatang. (Advertorial)
