
Minsel, BeritaManado.com – Konferensi ketiga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, telah sukses digelar pada 17 Februari 2025 lalu yang dihadiri Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan.
Konferensi ketiga PWI Minsel yang berlangsung secara Demokratis ini memunculkan Yens Watung sebagai Ketua PWI Minsel yang baru periode 2025-2028.
Setelah melalui proses panjang, Pelantikan Pengurus PWI Minsel yang baru pun dilaksanakan pada Jumat (9/5/2025) di Hotel Sutanraja Amurang, yang dihadiri oleh Bupati Minsel dan unsur Forkopimda.
Sayangnya, kelancaran konferensi hingga pelantikan ini diwarnai dengan terbentuknya kubu tandingan.
Kubu tandingan ini dibentuk oleh mantan pengurus PWI Minsel yang sudah berakhir masa jabatannya di bawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun.
Setelah tidak menjabat, mereka kemudian mengalihkan dukungannya di bawah kepemimpinan Zulmansyah Sekedang.
Situasi ini semakin menarik perhatian mengingat adanya dualisme kepemimpinan di tingkat pusat PWI antara kepengurusan Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang yang telah berlangsung hampir satu tahun.
Perpecahan ini tentu saja menimbulkan kekecewaan di tengah harapan banyak pihak agar konferensi dapat memperkuat organisasi PWI Minsel dan meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan di Indonesia, Sulawesi Utara dan bahkan di Kabupaten Minsel.
Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar SH yang hadir saat pelantikan pengurus PWI Kabupaten Minsel yang baru menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah dan Pers.
“Pers ini tentunya akan dijadikan alat oleh masyarakat untuk meneropong setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah,” ungkap Bupati Franky Wongkar.
Dan pemerintah, lanjut Bupati Minsel, harus menerima dan menindaklanjuti setiap teropong-teropong yang baik dan benar untuk kemajuan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.
“Sekaligus menjadi alat bagi pemerintah untuk ‘torang dengar’, ‘torang lihat’ dan ‘torang rasakan’ apa yang kemudian diinformasikan oleh Pers,” ucapnya lagi.
Sementara, Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan, menegaskan bahwa ketua dan pengurus PWI Minsel saat ini merupakan hasil resmi yang terpilih dari konferensi yang demokratis.
“Kita di PWI punya aturan main yang ketat dan yang terpilih itu sudah pasti sudah sesuai PD/PRT,” kata Ketua PWI Sulut.
“Saya juga mengingatkan seluruh jajaran PWI Minsel agar bersama menjaga kekompakam, menjaga marwah, terus meningkatkan kualitas dan integritas,” ujarnya lagi.
Ia juga kembali menegaskan bahwa tidak ada dualisme di PWI.
“Kami punya SK Kemenkumham, tanggal 9 Juli 2024, jadi sah diakui negara, sementara kelompok lain tidak ada,” tegas Voucke Lontaan.
TamuraWatung
