
Manado, BeritaManado.com — Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia terus memperkuat sinergi dalam upaya mempercepat pemerataan akses digital, khususnya di wilayah kepulauan Provinsi Sulawesi Utara.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia Wayan Toni Supriyanto dalam kegiatan Forum Akselerasi Infrastruktur Digital, yang digelar di Manado.
Dalam sambutannya, Dirjen menegaskan bahwa pemerataan akses digital kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Konektivitas digital bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi kebutuhan fundamental dalam menunjang pendidikan, layanan kesehatan, ekonomi, hingga penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Meski begitu, pemerintah mengakui masih terdapat kesenjangan antara wilayah yang sudah terlayani jaringan digital dan yang belum.
“Kita masih menghadapi digital divide, terutama di daerah kepulauan. Karena itu, pemerintah melalui Kominfo Digital (Komdigi) terus mendorong perluasan infrastruktur, mengatasi desintegrasi digital, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Salah satu program strategis yang menjadi pilar penting percepatan pemerataan tersebut adalah Proyek Palapa Ring Tengah, yang menghubungkan berbagai wilayah di Sulawesi dan kawasan timur Indonesia.
“Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang andal hingga ke daerah terluar dan perbatasan,” akhirnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Lan Telekomunikasi Indonesia, Ir. Ganda Yudha Asparani, ST., MBA, dalam sambutannya menyampaikan komitmen industri untuk terus mendukung langkah strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak industri telekomunikasi sangat penting. Melalui program nasional Palapa Ring Paket Tengah, kita ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) juga dapat menikmati akses digital yang merata,” tutupnya.
(Jhonli Kaletuang)
