Kota Manado

Kunker Kepala Bappeda Manado di China (Bagian I)

Pada hari senin tanggal 24 Juni 2014,  jam 00.05 AM, dengan menggunakan pesawat Cathay Pacific Kepala Bappeda Kota Manado, Dr. Peter Assa dan Staf Khusus Walikota Manado, Dr. Lucky Longdong, berdasarkan surat tugas Walikota mengadakan perjalanan menuju kota Qingdao (baca: Chintao), China. Perjalanan memakan waktu sekitar 13 jam termasuk kurang lebih 5 Jam transit di Hongkong. Pesawat yang ditumpangi oleh Kepala Bappeda dan Staf Khusus Walikota mendarat di Qingdao International Airport pada jam 14.30 pada hari yang sama. Zona waktu kota Qingdao sama dengan Kota Manado, yaitu Waktu Indonesia Tengah.

Tujuan utusan Pemkot Manado ini ke kota Qingdao adalah mewakili Walikota Manado untuk memenuhi undangan dari Pemerintah Kota Qingdao melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sebagai delegasi Kota Manado, Indonesia disamping untuk menghadiri Festifal Seni Kota Kembar Internasional (International Sister City Art Festival) juga untuk membicarakan kemungkinan kerjasama sister city antara Pemerintah Kota Qingdao dan Pemerintah Kota Manado, yang kemudian akan dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent, LoI) antara Kepala Bappeda Kota Manado, Dr. Peter K.B. Assa dan Deputy Director of Qingdao Municipal Foreign Affairs Office, Mrs. Zhen Zhu.

Hari pertama di Qingdao City.

Cuaca ketika delegasi tiba di kota Qingdao dipenuhi dengan kabut (Foggy), yang merupakan kondisi cuaca yang lazim terjadi pada permulaan musim kemarau. Meskipun demikian, kabut yang cukup menutup udara kota tidak mengurangi keindahan kota Qingdao. Apalagi delegasi disambut dengan hangat oleh dua orang penjemput, yaitu Mr. Li Song dan Ms. So Yang. Bersama mereka datang pula menjemput ibu Dewi, seorang staf KBRI Beijing sekaligus interpreter fasih bahasa China/Mandarin, yang sudah tiba lebih dahulu ke kota Qingdao dengan menggunakan kereta cepat.

Mr. Li Song adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di Kantor Urusan Luar Negeri kota Qingdao, sedangkan Ms. So Yang adalah volunteer yang bekerja part time job untuk mendampingi/melayani tamu luar negeri, termasuk delegasi Pemkot Manado selama kunjungan di kota Qingdao. Baik Mr. Li Song maupun Ms. So Yang adalah Liason Officers (LO) yang sama-sama cukup kental berbahasa Inggris, sehingga memudahkan delegasi untuk berkomunikasi dan menanyakan berbagai hal tentang kota Qingdao di sepanjang perjalanan. Tetapi pada saat-saat penting, ketika delegasi diantar ke kantor pemerintah/lembaga/perusahaan daerah untuk mengadakan pertemuan resmi terkait rencana kerja sama sister city, ataupun di saat mana Mr. Li Song dan Mrs. So Yang tidak dapat mendampingi, maka  yang menjadi pendamping dan interpreter adalah ibu Dewi.

Segera setelah dijemput di Bandara International Qingdao, delegasi Pemkot Manado langsung diantar oleh LO mengadakan kunjungan lapangan pertama ke Qingdao Port International. Pemerintah Kota Qingdao memang telah merencanakan sebelumnya agenda kunjungan delegasi Pemkot Manado ini, bahwa sebelum penandatanganan LoI dilakukan, maka delegasi Kota Manado dijadwalkan untuk mengunjungi beberapa BUMD dan SKPD kota Qingdao untuk belajar singkat tentang potensi kota Qingdao yang mungkin dapat dikerjasamakan kemudian.

Delegasi tiba di pelabuhan sekitar jam 15.30 dan disambut hangat oleh beberapa pejabat pengelola pelabuhan antara lain dengan Secretary, Board Office dari Qingdao Port International Co.,Ltd., Mr. Xu Naishan.  Sambil menikmati hidangan teh hijau ala kota Qingdao, Mr. Xu Naishan mempresentasikan tentang bagaimana pelabuhan besar ini dibangun dan berkembang pesat hingga saat ini.

Dari diskusi dan buku informasi tentang pelabuhan yang dibagikan oleh Mr Naishan, delegasi mengetahui bahwaPort of Qingdao adalah pelabuhan terbesar ke-7 di dunia dalam hal total throughput dan volume container, dan ke-2 pelabuhan perdagangan terbesar di China. Pelabuhan ini terdiri dari 4 (empat) area, yaitu kawasan lama pelabuhan, kawasan pelabuhan minyak Huangdao, kawasan pelabuhan Qianwan, dan kawasan pelabuhan Dongjiakou.

Pertemuan antara delegasi Pemkot Manado dan , Board Office  dari Qingdao Port International Co.,Ltdberlangsung kurang lebih ada 2(dua) jam, termasuk waktu melihat-lihat areal pelabuhan. Selesai pertemuan di pelabuhan Qingdao, kemudian delegasi diantar LO melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Qingdao dan diantar ke hotel tempat menginap selama berada di kota Qingdao, yang bernama Haitian Grand Theatre Hotel. Seluruh peserta International Sister City Art Festival menginap di hotel ini dikarenakan tempat pementasan Art Festival berada tepat di samping hotel.

Perjalanan hari pertama delegasi seakan tidak ada selanya mengingat seluruh waktu sejak penjemputan hingga malam hari telah diatur sedemikian rupa oleh Pemkot Qingdao. Setelah dibantu LO untuk check-in hotel, tidak berapa lama berselang seluruh delegasi Sister City dari banyak negara diundang menghadiri acara welcome dinneryang dilaksanakan di hotel tersebut, yang dijamu oleh Leisure and Cultural Services Department, yang dipimpin oleh Chief Manager Mrs. Maggie Pang.  Pada acara makan malam penyambutan tersebut delegasi Pemkot Manado bertemu juga dengan semua pimpinan delegasi dari berbagai negara yang telah mengadakan hubungan kerjasama sister city dengan kota Qingdao. Acara pun berlangsung semarak dan bersahabat hingga jam 22.00.

 

Bersambung …

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara