
Penulis: Jenlywenur | Manado
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke RSUP Prof Dr. R.D. Kandou Manado pada Kamis (9/4/2026).
Kunjungan ini membawa misi besar untuk mendorong pemerataan mutu pelayanan kesehatan di seluruh pelosok Sulawesi Utara.
Setibanya di lokasi, Wamenkes disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, beserta jajaran direksi lengkap.
Kehadiran dr. Benjamin bertujuan memantau kelengkapan alat medis di daerah guna mendukung visi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait transformasi sistem rujukan.
Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah program SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network).
Program ini bertujuan memperkuat jaringan rumah sakit melalui pengadaan alat kesehatan (alkes) mutakhir, seperti Cath Lab, serta modernisasi sarana prasarana.
“Saya datang untuk sosialisasi bantuan dari Kemenkes agar terjadi pemerataan pelayanan. Kurang lebih ada 19 alat kesehatan untuk setiap rumah sakit di Sulawesi Utara. Kami menargetkan semua proses ini rampung pada 2026,” tegas dr. Benjamin.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program SIHREN akan berdampak langsung pada masyarakat.
Ke depannya, warga di daerah terpencil tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Manado hanya untuk mendapatkan perawatan medis spesialis, karena fasilitas di daerah sudah memadai.
Menariknya, dr. Benjamin mengungkapkan adanya peluang pengadaan alat tambahan berkat efisiensi anggaran.
Ia pun meminta seluruh pimpinan rumah sakit di Sulut segera mendata kebutuhan alkes mereka agar bisa diupayakan oleh pemerintah pusat.
“Segera lengkapi permintaan alat kesehatan di daerah,” instruksi Wamenkes kepada para Kepala rumah sakit dan dinas kesehatan, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Sebagai rumah sakit pengampu, RSUP Kandou memegang peranan strategis dalam membina rumah sakit lain di wilayah Sulawesi Utara agar standar pelayanan tetap terjaga.
Selain urusan infrastruktur medis, Wamenkes juga membawa misi kemanusiaan untuk memberantas TBC di bumi nyiur melambai.
Saat ini, kata Wamenkes, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang memiliki penderita Tuberkolosis yang tinggi sehingga Kemenkes pun memberikan perhatian khusus.
Ia mengajak seluruh stakeholder kesehatan untuk berkolaborasi memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Tak lupa, ia memberikan pesan khusus terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
