Pendidikan dan hubungan antar masyarakat, lanjutnya, masih menjadi inti kerja sama.
Dengan kualitas institusi bertaraf dunia dan tenaga kerja terampil, sektor pendidikan telah menjadi jasa ekspor terbesar Australia dalam hubungannya dengan Indonesia.
Saat ini, jumlah pelajar Indonesia di Australia mencatat rekor tertinggi, mencapai lebih dari 24.000 orang.
Komitmen Australia di Indonesia juga dibuktikan dengan kehadiran kampus-kampus cabangnya di Tanah Air, memungkinkan masyarakat lokal merasakan pendidikan kualitas Australia tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri.
Selain itu, program beasiswa Australia Awards merupakan salah satu yang tertua di Indonesia.
“Sudah lebih dari 200 ribu alumni yang mengecap pendidikan dari Australia dan berkontribusi besar dalam hubungan bilateral kedua negara,” pungkas Dubes.
Setelah pemaparan, Rod Brazier dan Todd Dias menutup kunjungan dengan sesi tanya jawab interaktif.
Mereka menjawab tuntas berbagai pertanyaan yang dilontarkan peserta, mulai dari mekanisme beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) hingga isu keamanan dan kenyamanan studi di Australia.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar pengakuan akan capaian Unsrat dalam bidang riset, tetapi juga menegaskan kembali komitmen kuat Australia untuk terus menjalin kemitraan yang mendalam dan saling menguntungkan dengan Indonesia.
(jenlywenur)
