Agama dan Pendidikan

Kuliah Pakar di Faperta Unsrat: CEO Agro Investama Berbagi Jurus Jitu Jadi Petani Sukses

“Tanpa tanah, bagaimana kita bertani?” sindirnya.

Lebih parah lagi, dia menyoroti keengganan warga, khususnya di Sulut untuk kembali ke desa.

“Orang lebih pilih tinggal di Kota Manado. Padahal Sulut masih luas. Kalau hanya mau di Manado, apa yang mau ditanam?” tandasnya.

Kembali ke Alam dan Integrasi Tanaman

Isu lain yang dibedah adalah ketergantungan pada unsur kimia.

Petani Indonesia masih terlalu terpaku pada penggunaan pupuk kimia.

Saat ini, yang gencar digalakkan adalah “back to nature.”

Tujuannya, agar tanah kita yang sudah dianggap terlalu jenuh bisa kembali subur.

“Ketergantungan kita pada pupuk impor luar biasa. Pupuk jadi mahal,” jelasnya.

Solusinya ada pada mikrobiologi: penggunaan pupuk hayati dan pupuk organik, yang menurutnya, “Semua itu gampang buatnya.”

Terakhir, ia menekankan pentingnya integrasi tanaman.

Sambil menunggu tanaman kelapa berbuah yang butuh waktu lama, petani bisa menanam jagung dan tanaman lain di sela-selanya.

Tentu, kata dia, kejelian terhadap potensi penyakit saat menanam tanaman lunak di antara kelapa harus tetap diperhatikan.

Usai kuliah pakar, Fakultas Pertanian Unsrat dan Agroinvestama Grup langsung sepakat menandatangani Perjanjian Kerja Sama, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan petani Indonesia yang lebih cerdas dan sukses.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara