Mobil Sampah, Bantuan Bank Sulut Amurang (foto beritamanado)
Amurang– Masih ingat kasus truk sampah bantuan Bank Sulut Cabang Amurang pada tahun 2010. Kemudian ditarik dealer Izusu Manado awal tahun 2011. Alasan ditarik, karena pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan belum melunasinya. Mobil sampah dan 2 unit motor sampah senilai Rp 330 juta yang di peruntukan untuk Kantor Pengelolah Kebersihan dan Pertamanan (KPKP) Minahasa Selatan.
Akibatnya, lantaran ditarik pihak dealer Izusu awal tahun 2011 membuat public bertanya-tanya. Namun demikian, berkat kerja keras Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Ir Handry Novy Pusung. Akhirnya, mobil bantuan Bank Sulut tersebut kembali di daerah ini. Hanya saja, harus membayar sebesar Rp 330 juta ke pihak dealer tersebut.
“Ya, kami tidak lagi melakukan kredit mobil truk untuk operasional sampah di Amurang. Melainkan langsung dibayar tunai ke pihak dealer yang sama,” ujar Kepala Kantor Pengelolah Kebersihan dan Pertamanan Minahasa Selatan Ir Handry Novy Pusung, Kamis tadi.
Lanjut dia, dana bantuan dari Bank Sulut Cabang Amurang ini terus diupayakan untuk membelikan sesuai peruntukan. Dan kini sudah ada mobil dimaksud yang langsung dioperasikan mengangkut sampah di wilayah Amurang dan Tumpaan. Agar pada tahun-tahun mendatang Minahasa Selatan paling tidak lagi berada di nomor paling buntut dalam predikat kota kecil terbersih di piala Adipura.
Ditambahkan Pusung bahwa, kini damp truk khusus operasional sampah sudah dua unit. Meski idealnya tiga unit, untuk itu pihaknya telah mengusulkan di APBD 2012 pengadaan satu unit truk sampah. Muda-mudahan dapat disetujui di APBD 2012.
‘’Sedangkan 1 unit motor sampah tahun 2012 ini juga mendapat bantuan Pemprov. Bantuan melalui Dinas PU Sulut Bidang Program Perbaikan Lingkungan Perumahan (PPLP). Juga 1 unit mesin daur ulang sampah botol plastic. Bantuan ini akan diserahkan ke kelompok pengelolah sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Tumpaan,’’ kata Pusung yang juga mantan Kabag Adm SDA ini.
Menurut mantan Sekretaris Bappeda Minahasa Selatan, pihaknya juga mengharapkan ada bantuan pihak ketiga lainnya di daerah ini. Ini juga dalam rangka menopang program ‘Minsel Berdikari Cepat’ untuk meraih Adipura Kota sedang Amurang. Termasuk dari Bank Sulut Amurang untuk berpartisipasi guna menjaga kelestarian maupun kebersihan di wilayah Minahasa Selatan khususnya Amurang dan Tumpaan.
‘’Olehnya, kami sangat berterima kasih bila hal diatas dapat ditindaklanjuti pihak-pihak ketiga yang ada di Minahasa Selatan. Karena di Minahasa Selatan banyak perusahaan yang beroperasi guna membangun daerah yang kita cintai ini. Yang pihaknya masih butuh beberapa armada untuk mengangkut sampah, ” imbuhnya.
Menariknya, mobil dump truk Isuzu baru yang dikeluarkan pihak dealer. Padahal sebelumnya mobil yang sama sudah dipakai beroperasi angkut sampah sudah beberapa bulan. “Sesuai kesepakatan, mereka (dealer-red) harus memberikan mobil yang sama jenis. Tapi yang baru bukan lagi truk yang sebelumnya dan ini disepakati mereka. Sebab yang Pemkab Minsel bayarkan berupa uang tunai dengan kendaraan baru pula,’’ pungkas Pusung. (and)

