Kotoran Kuda hiasi di jalan Amurang. Padahal, Amurang akan mengikuti lomba Adipura 2012. Akankah hal diatas terwujud, kita lihat saja. Sebab, banyak pengguna jalan maupun pengusaha kendaraan (bendi) belum sadari akan kebersihan. (foto beritamanado/and)
Amurang—Pemkab Minsel, telah giat-giatnya melakukan pembersihan disemua lini. Bahkan, melalui dua unit mobil sampah (dum truk) bersama 4 unit motor sampah mengangkut sampah-sampah. Namun ternyata, seiring di Amurang masih banyak kendaraan tradisional. Seperti bendi, maka terlihat kotoran kuda pun menghiasi jalan-jalan di Amurang.
Dari pantauan beritamanado.com, bahwa jalan-jalan yang ada di Amurang pada umumnya diwarnai dengan banyaknya kotoran kuda. Ternyata, pemilik bendi/kuda di Amurang rata-rata tak memiliki tempat kotoran kuda. Padahal, sudah dilakukan sosialisasi Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Minsel soal kotoran kuda.
‘’Tak ayal, banyaknya kotoran kuda menghiasi jalan Amurang. Maka, program Adipura 2012 Amurang kota sedang bakal tak akan terealisasi. Sebab, selain sampah masih berkeliaran di banyak daerah. Begitupula dengan kotoran kuda yang terbaring di jalan raya,’’ tanya Teddy Tampanguma, warga Buyungon kepada media ini.
Menurut Tampanguma, memang instansi terkait sudah melaksanakan sosialisasi. Tetapi, ternyata rata-rata pemilik bendi di Amurang tak menyadari akan kebersihan kota Amurang. Padahal, Amurang sedang galang-galangnya melakukan pembersihan kota Amurang dalam rangka keikutsertaan lomba Adipura.
Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Minsel, Ir Handry Novy Pusung belum berhasil dikonfirmasi soal kotoran kuda yang masih menghiasi jalan trans Amurang. (and)

