
Editor: Sri Surya
Alfamidi menuntaskan penyaluran 18.000 butir telur kepada 50 anak di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sebagai upaya membantu mencegah stunting.
Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) ini berlangsung selama enam bulan, sejak Mei hingga Oktober 2026.
Program yang dijalankan PT Midi Utama Indonesia Tbk, pemilik jaringan ritel Alfamidi, melalui Cabang Manado tersebut menyasar anak-anak yang membutuhkan intervensi pemenuhan gizi.
Bantuan diberikan secara rutin setiap bulan untuk mendukung peningkatan berat badan dan mengurangi risiko stunting.
Sebanyak 50 anak menjadi penerima manfaat program ini. Masing-masing terdiri atas 25 anak di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, serta 25 anak di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan.
Setiap anak menerima 60 butir telur ayam per bulan untuk dikonsumsi sebanyak dua butir setiap hari.
Dengan pola penyaluran tersebut, bantuan diberikan secara berkelanjutan selama enam bulan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya perkembangan positif terhadap berat badan anak-anak penerima bantuan.
Intervensi gizi melalui pemberian telur tersebut membantu meningkatkan berat badan anak dengan kisaran 500 gram hingga 1 kilogram.
Program Alfamidi Cegah Stunting Tunjukkan Hasil
Berdasarkan hasil pendataan selama pelaksanaan program, sebanyak 11 anak di Desa Tateli terhindar dari risiko stunting.
Sementara itu, di Kelurahan Pondang, tercatat 13 anak berhasil terhindar dari risiko tersebut.
Perkembangan juga terlihat pada anak-anak yang sebelumnya mengalami stunting. Satu anak di Desa Tateli tercatat mengalami peningkatan berat badan sebesar 700 gram.
Di Kelurahan Pondang, dua anak yang mengalami stunting juga menunjukkan kenaikan berat badan.
Anak pertama mengalami peningkatan dari 6,5 kilogram menjadi 7 kilogram, sedangkan anak kedua naik dari 7,1 kilogram menjadi 7,9 kilogram.
Hasil tersebut menjadi salah satu capaian dari program intervensi gizi yang dilaksanakan Alfamidi selama enam bulan di kedua wilayah tersebut.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Alfamidi atas pelaksanaan program penanggulangan stunting yang berlangsung secara berkesinambungan.
“Tentunya kami selaku pemerintah berterima kasih. Karena ini program yang benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, utamanya anak-anak dalam mencegah stunting,” jelasnya.
Ia berharap langkah yang dilakukan Alfamidi dapat mendorong lebih banyak pemangku kepentingan untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan stunting.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar penanganan stunting di Kabupaten Minahasa dapat dilakukan bersama-sama.
Alfamidi Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Branch Manager Alfamidi Manado Markus Nurdianto menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan program CSR tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat di wilayah penerima bantuan.
Kolaborasi antarpihak menjadi bagian penting sehingga program penanggulangan stunting dapat berjalan selama enam bulan sesuai rencana.
“Ini semua bisa jalan karena ada kolaborasi baik Alfamidi, pemerintah, dan masyarakat,” terangnya.
Markus berharap berbagai program tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung program pemerintah.
“Semoga setiap program yang kami jalankan memberi manfaat lebih kepada warga dan pemerintah,” tuturnya.
Melalui penyaluran 18.000 butir telur ini, Alfamidi menuntaskan salah satu bentuk kontribusinya dalam mendukung pemenuhan gizi anak.
Upaya Alfamidi cegah stunting tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak. (***)
