
Editor: Sri Surya
Alfamidi mengedukasi siswa SMPN 6 Satu Atap Likupang Timur untuk mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Sampah plastik yang dimanfaatkan berasal dari botol air minum kemasan yang dikumpulkan melalui kegiatan kebersihan di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi ke dalam enam kelompok dan ditantang untuk berinovasi menciptakan produk yang bermanfaat dari limbah plastik.
Hasil kreativitas para siswa pun beragam, mulai dari vas bunga, bingkai foto, tempat alat tulis, bunga hias, mobil-mobilan, hingga jam dinding.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Merdeka Alfamidi yang bekerja sama dengan Bank Sampah Induk Likupang dan dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026).
Kepala SMPN 6 Satu Atap Likupang Timur, Yulice Yenni Rumampuk, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu mendorong kreativitas siswa sekaligus memberikan wawasan tentang pemanfaatan sampah.
“Kami berterima kasih kepada Alfamidi dan Bank Sampah Induk Likupang karena kegiatan ini memacu kreativitas anak-anak kami untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dari bahan sampah,” ujarnya.
Menurut Yulice, program tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami cara mengelola dan memanfaatkan kembali sampah plastik sehingga memiliki nilai tambah.
Penanggung Jawab Bank Sampah Induk Likupang, Yudith Rondonuwu, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian bumi.
“Edukasi seperti ini sangat penting karena anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan upaya merawat lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan berbagai program yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami terus menjalankan berbagai program berbasis lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian alam dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah,” kata Achmad. (***)
