
Langowan, BeritaManado.com – Korban tenggelam di tempat pemandian air panas Ranolewo, Kamis (19/3/2026) dilaporkan telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang melibatkan banyak pihak.
Informasi ini dibenarkan oleh Kapolsek Langowan Barat IPDA Andrew Nelwan SH, di sela-sela upaya pencarian di tempat kejadian.
IPDA Andrew Nelwan mengatakan bahwa identitas korban itu lelaki bernama Faith Kapugu (18), asal Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat.
Korban dilaporkan tenggelam di tempat pemandian air panas Ranolewo pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.
Adapun kronologis kejadian, awalnya korban datang ke tempat kejadian dengan menggunakan sepeda motor jenis Vario putih dengan nomor polisi DB 5121 EZ untuk mandi.
Korban diketahui adalah anak dari Gembala di salah satu gereja bernama David Kapugu dalam keluarga Kapugu Tulangow.
Dari keterangan sejumlah saksi Robi Roboth, warga Desa Toraget Kecamatan Langowan Utara menyebutkan bahwa korban mandi di lokasi kolam air panas Ranolewo sambil melepaskan bajunya di bagian selatan kolan dengan hanya mengenakan celana pendek.
Setelah itu korban kemudian turun dan berenang ke bagian tengah kolam dan setelah beberapa kali bolak-balik di posisi tengah kolam, korban mengalami kelelahan dan tidak mampu lagi untuk kembali ke bagian tepi dan akhirnya tenggelam dan tidak muncul ke permukaan.
Setelah menerima laporan warga, Kapolsek IPDA Andrew Nelwan langsung mengerahkan anggota untuk menuju lokasi kejadian dibantu Muspika, keluarga dan warga sekitar.
“Kami juga meminta bantuan kepada Tim SAR Sulut dengan maksud untuk mendapatkan penangana lebih optimal.
Upaya pencarian korban langsung dimulai pada pukul 18.00 WITA dengan melakukan penyisiran di seluruh bagian kolam.
Upaya pencarian akhirnya mendapatkan bantuan tenaga saat Tim SAR tiba pada pukul 00.30 WITA dan dihentikan sementara pada pukul 2.45 WITA.
Pencarian korban kembali dilanjutkan pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 6.45 WITA namun Tim SAR sempat mendapatkan halangan karena suhu air kolam cukup tinggi.
Setelah sekitar 20 jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.30 WITA dalam keadaan tidak bernyawa.
“Saat ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim dengan menggunakan kantong jenazah yang sudah disiapkan. Korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga oleh tim yang melibatkan BPBD Minahasa dan Basarnas,” ungkap IPDA Andew Nelwan.
(Frangki Wullur)
