
Tahuna, BeritaManado.com — Kepedulian Wadah Asosiasi Online (WAO) terhadap para korban bencana di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) belum usai, meski secara umum, kondisi Sangihe mulai pulih pasca bencana.
Pasalnya, para korban banjir di Desa Lebo, Kabupaten Manganitu, Sangihe belum bisa membangun kembali rumah tinggal mereka yang rusak karena bantuan untuk material bangunan belum juga diterima.
Akibat banjir tersebut, bukan hanya kerusakan pada rumah tinggal yang dialami, sejumlah rumah sampai hanyut terbawa arus bahkan terdapat korban jiwa.
Para warga yang kehilangan tempat tinggal pun akhirnya harus menumpang karena tidak lagi memiliki tempat tinggal.
Untuk itulah, WAO kembali melakukan aksi sosialnya dengan membawa bahan bangunan untuk membantu warga korban bencana.
Sebelumnya, WAO bersama tim lainnya telah datang membawa santunan yang dikumpulkan dari aksi pengumpulan dana dan donatur.
Pembina WAO, Christian Yokung menjelaskan, kedatangan WAO untuk kedua kali di Sangihe adalah sebagai wujud kepedulian karena meski telah dibantu oleh pemerintah dan pihak lainnya pasca bencana, tapi tetap belum mampu menjawab kebutuhan warga karena bantuan yang diberikan tidak berkelanjutan.
“Warga yang jadi korban bencana juga perlu kebutuhan lain, seperti bahan bangunan untuk perbaikan dan untuk membangun tempat tinggal bagi yang rumahnya hanyut,” ujar Christian Yokung.
Bantuan bahan bangunan yang dibawa WAO pun diterima langsung oleh Sekretaris Desa Lebo dan Pimpinan DPRD Sangihe Maikel Tumari.

Christian Yokung yang didampingi pembina WAO Melky Rantung dan pengurus Imanuel Maganti pun menegaskan, informasi terkait bantuan ini kiranya diterima oleh pemerintah kabupaten dan provinsi agar dapat memunculkan kepekaan akan kebutuhan warga.
Kebutuhan yang dimaksud bukan hanya urusan makan minum, tapi tempat tinggal agar warga bisa segera fokus dalam bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.
“Warga sangat butuh perbaikan tempat tinggal, mereka jelas sudah kehilangan tempat berteduh akibat diterjang banjir bandang, kami sangat prihatin akan hal itu. Pemerintah juga harus segera action,” kata Christian.
(srisurya)
