
Pasalnya, beberapa pekan terakhir ini tak sedikit kendaraan yang terperosok masuk ke dalam lumpur bekas pekerjaan proyek, dikarenakan material berupa tanah dan bebatuan hasil catingan gunung dibiarkan begitu saja ditengah badan jalan.
“Lantaran materialnya hanya dibiarkan di jalan, ketika hujan turun tanah yang menjadi lumpur membuat jalan licin, sehingga tak sedikit kendaraan yang terperosok. Kondisi ini tentu sangat mengancam keselamatan pengguna jalan terutama roda 2 (sepeda motor),” ungkap Ahmad Katili, warga Ratatotok, Selasa (17/6/2014).
Ia pun mendesak pelaksana proyek yakni PT Lumbung Berkat Indonesia, tidak mengabaikan keselamatan warga dalam pekerjaan proyek yang sementara dikerjakan itu. “Jangan karena ingin proyek cepat selesai, lantas keselamatan pengguna jalan diabaikan,” tegasnya.
Disesalkannya lagi, disepanjang lokasi proyek tidak terpampang satupun papan yang memberikan tanda awas atau hati-hati bagi pengguna jalan. “Seharusnya ada tanda bagi pengendara. Apalagi ini proyek APBN dengan anggaran Rp 22 miliar lebih. Anehnya itu tidak diperhatikan pihak kontraktor,” kesal Katili. (rulandsandag)
