
Bitung – Kondisi ratusan warga Kelurahan Bitung Tengah atau Kompleks Pasar Tua Kecamatan Maesa yang terkena musibah kebakaran, Rabu (25/12/13) sore lalu sangat memprihatinkan. Mereka harus berpencar mencari tempat tidur sementara di sejumlah rumah warga yang selamat dari kobarakan api dengan hanya baju menempel di badan.
Selain menumpang di rumah warga, ada juga warga yang berdesakan di ruangan Masjid yang tak jauh dari lokasi kebakaran serta tinggal di tenda yang dibangun PMI Kota Bitung dan Dinsos tanpa alat penerangan.
Khusus untuk warga yang menggunakan tenda PMI dan Dinsos, mereka hanya tidur dengan beralaskan tikar seadanya tanpa ada alas tidur lain seperti velbet atau ranjang lipat yang biasanya diberikan Dinsos.
“Velbet cuma ada dua buah dari Dinsos, jadi terpaksa warga hanya menggunakan tikar plastik dan pengalas tidur seadanya untuk tidur di tenda,” kata Ketua RT 18 Kelurahan Bitung Tengah, Hendra Ngabito, Kamis (26/12/13) malam kepada beritamanado.com.
Menurutnya, ada skitar 13 kepala keluarga yang tidur di tenda tanpa velbet, sekitar 10 kepala keluarga di Masjid dan sisanya berpencar menumpang di rumah warga yang ada di sekitar lokasi kebakaran.
“Total rumah yang terbakar ada 39 rumah dengan 59 kepala keluarga dan 206 jiwa yang saat ini tidak memiliki tempat tinggal,” katanya.
Ia berharap, bantuan untuk tempat tinggal sementara bisa segera diupayakan pemerintah, karena tenda yang disiapkan saat ini tidak memadai karena tak ada alas tidur. “Masalahnya ada anak-anak jadi sangat tidak memungkinkan untuk tidur di tenda jika hanya menggunakan tikar,” katanya.(abinenobm)
