
Mitra, BeritaManado.com – Bumi Minahasa Tenggara (Mitra) bergetar oleh gaung tradisi yang memukau. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kabupaten, Festival Budaya Tambanas Suku Tounsawang sukses digelar meriah di Camping Ground Selet, Rabu (26/11/2025).
Ajang kolaborasi spektakuler antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat Manguni Mahasiouw Silian Raya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mitra ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Fredy Tuda, yang mewakili Bupati Ronald Kandoli.
Panglima Ormas Adat Manguni Mahasiouw Silian Raya, Fian Tangel, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Mitra, khususnya Disparbud, atas dukungan totalitas yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Ronald Kandoli dan Bapak Wakil Bupati Fredy Tuda. Lewat Disparbud Mitra, kegiatan ini dibantu penuh mulai dari persiapan, pengajuan proposal, hingga kami berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pariwisata melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 17 Sulutgo. Ini membuktikan sinergi antara pemerintah dan organisasi adat sangat kuat,” ujar Panglima Fian Tangel dengan penuh semangat.
Bantuan dari kementerian yang disalurkan kepada ormas adat dan sanggar ini menjadi kunci utama kesuksesan Festival Tambanas.
Festival ini menampilkan kekayaan adat Suku Tounsawang yang berhasil menghanyutkan penonton.
Berbagai Ormas Adat Suku Tounsawang yang terundang menampilkan tarian khas yang energik, diantaranya Tarian Kabasaran Manguni Mahasiouw, Tarian Masayouw dan Tarian Hosiouwo.
Tak hanya tarian, panggung juga dimeriahkan oleh penampilan-penampilan yang sarat prestasi, termasuk pertunjukan dari juara 1 tembang bahasa Tounsawang dan juara 1 mendongeng bahasa tingkat provinsi.
Puncak keunikan budaya lokal disajikan melalui alunan merdu musik Kolintang yang dibawakan oleh siswa-siswi SD 1 Katolik Tombatu, sukses membuat penonton terhanyut dalam pesona kebudayaan lokal.
Festival ini juga secara bangga memamerkan kuliner Sopulut, makanan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Kabupaten Mitra.
Kehadiran Kolintang yang juga merupakan WBTB Provinsi Sulut, semakin mempertegas kekayaan warisan budaya yang dimiliki daerah ini.
Kepala Bidang (Kabid) Disparbud Mitra, Serly Mamahit, mewakili Kepala Dinas, menyampaikan harapan besar atas terlaksananya kegiatan perdana ini.
“Harapan kami, lewat kegiatan Festival Budaya ini, kita semua bisa bersama-sama melestarikan kembali kebudayaan kita yang kaya. Selain itu, adanya kegiatan ini sekaligus menjadi momentum yang kuat untuk mempromosikan wisata budaya Kabupaten Mitra ke mata dunia,” tegas Serly.
Kesuksesan Festival Budaya Tambanas Suku Tounsawang menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Mitra dan seluruh elemen adat dalam menjaga dan memajukan identitas budaya, sekaligus membuka potensi pariwisata daerah.
