
BITUNG—Umat klenteng Seng Bo Kiong, Selasa (22/11) merayakan ulang tahun ke-10 yang dilaksanakan di aula Sinar Bahari Kota Bitung. Acara ini diawali dengan sambutan sekaligus laporan sejarah berdirinya klenteng Seng Bo kiong oleh ketua klenteng, Raymond Thenderan.
Menurut Thenderan, klenteng adalah cerminan kitab suci terbuka yang diwujudkan di muka bumi, sebagai miniatur kerajaan Allah yang merupakan tempat Sinbeng-sinbeng untuk menyatu, menjaga dan mengarahkan gerak kehidupan umat manusia, agar selalu hidup dalam Ceng Tao atau jalan suci kebijakan dan kebenaran.
“Berdirinya klenteng merupakan manifestasi kebutuhan rohani umat dalam memelihara roh, nyawa dan badan lahiriah agar dengan keyakinan dapat menyatakan iman dan taqwa terhadap Thian Tuhan Yang Maha Esa,” kata Thenderan.
Thenderan juga menjelaskan secara singkat awal berdirinya klenteng Seng Bo Kiong yang merupakan gagasan dari Denny Sondakh tanggal 27 Oktober 1999 bersamaan imlek 2550 bulan kesembilan hari ke sembilan belas. Yang juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan klenteng atas dukungan Lanny Sondakh ketua yayasan Setia Dharma Bhakti dan ibunda Grace Sondakh atau oma Giok.
“Nanti tanggal 22 November 2001 dilakukan peresmian secara rohani, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bitung dala hal ini Walikota, Hanny Sondakh yang turut menopang dan mendukung eksistensi klenteng Seng Bo Kiong di kota Bitung, sehingga adanya klenteng ini keberagaman umat semakin terpancar dalam kebersamaan dan kedamaian,” katanya.
Dalam acara ini diluncurkan buku sejarah Klenteng Seng Bo Kiong dan biografi Denny Sondakh pendiri klenteng oleh pengurus klenteng sekaligus pemberian penghargaan lewat pemasangan pin penghargaan kepada Denny Sondakh.
Turut hadir dalam acara ini, wakil walikota Bitung, Max Lomban didampingi wakil ketua TP PKK, Ny Khouni Lomban Rawung, Sekkot, Edison Humiang, Assisten I bidang pemerintahan dan kesra, Malton Andalangi, Kapolresta Bitung, AKBP Satake Bayu SIK dan sejumlah camat.(en)
