
Manado, BeritaManado.com — Aksi protes lembaga adat yang menutup akses jalan, tepatnya jalan Ir. Soekarno Minahasa Utara (Minut), Senin (20/12/2021) lalu, turut disesalkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara (Sulut) Pdt Lucky Rumopa.
Rumopa menilai, aksi demo lembaga adat seharusnya dilakukan dengan cara yang tepat dan bukan merugikan pengguna jalan.
“Mencermati fenomena yang terjadi, untuk lembaga adat agar lebih tahu adat. Dalam artian, bilamana ada masalah secara hukum, diselesaikan secara hukum. Demo dibenarkan asal disampaikan secara positif dalam menyampaikan aspirasi. Bila sudah tutup jalan, itu tandanya sudah melawan hukum,” ujar Pdt Lucky Rumopa, kepada BeritaManado.com, Selasa (21/12/2021).
Rumopa mengimbau kepada masyarakat agar menjaga stabilitas keamanan dan tidak memanfaatkan situasi jelang Natal dan Tahun Baru sehingga terjadi konflik.
Dikatakan Rumopa, aksi lembaga adat yang menutup akses jalan bagi masyarakat adalah preseden buruk dan fatal di tengah kondisi jelang Natal.
“Itu preseden buruk. Masih ada tindakan yang lebih positif dalam menyampaikan aspirasi, bukan tutup jalan. Saya juga berharap agar polisi sebagai pengayom masyarakat agar lebih tegas kepada anggotanya dalam menjaga keamanan dan kerukunan yang ada. Pasti kan polisi sudah tahu kondisi yang berkembang di jalan itu. Kenapa dibiarkan ditutup?” sesal Rumopa.
Di sisi lain, Ketua FKUB, Pdt Lucky Rumopa juga mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan mencegah Covid-19.
Diketahui, video Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang memarahi masa pendemo yang menutup jalan, sempat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat Gubernur Olly menanyakan siapa pemilik lahan dan meminta agar pemilik lahan dapat menempuh jalur hukum untuk pembayaran lahan sehingga tidak perlu menutup jalan bagi masyarakat.
(findamuchtar)
