
Tombulu, BeritaManado.com – Ruang pengabdian memiliki banyak sekali dimensi bagi seseorang dengan berbagai latar belakang profesi.
Ada orang mengabdi sepanjang hidupnya hanya pada satu profesi namun ada juga yang pada saat tertentu harus mengambil keputusan krusial meninggalkan profesi yang sudah lama digeluti demi sebuah panggilan pengabdian dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Hal ini dialami seorang jurnalis pos liputan Kabupaten Minahasa Lerby Tamuntuan asal Desa Kamangta Kecamatan Tombulu.
Momentum Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2026 di Kabupaten Minahasa yang tahapannya akan segera bergulir tampaknya melahirkan panggilan sebuah pengabdian bagi desa tercinta bagi sang Jurnalis.
Selama beberapa tahun belakangan, Jurnalis Lerby mengaku tidak ada pikiran lain selain berita apa yang akan dibuat hari ini, besok dan seterusnya sepanjang tahun.
Karena baginya tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menajdi seorang pejabat pemerintahan di desa yang memiliki banyak kenangan masa kecil bersama keluarga dan sahabat.
Belum ada jawaban secara tegas atas panggilan pengabdian tersebut, namun dirinya menyerahkan sepenuhnya dalam kehendak dan rencana Tuhan.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa hal ini tidak mudah. Namun di sisi lain pada waktunya saya harus memberikan jawaban terbuka atas panggilan ini. Saat ini saya mengikuti prosesnya saja tanpa satu gerakan yang mendahului hasil,” ungkapnya.
Baginya cara terbaik untuk menjalani sesuatu yang masih misteri adalah mengikuti proses yang ada seperti mengikuti aliran sungai hingga ke mana ia akan mengalir.
“Sambil mengikuti proses yang ada, tentu saya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dan yang utama yaitu memperkuat motivasi dan niat baik yang Tuhan titipkan di dalam diri saya. Jika Tuahn berkenan melalui kehendak bebas masyarakat Desa Kamangta, saya siap mengabdi dengan menempatkan masyarakat pada derajat yang sama tanpa membeda-bedakan,” katanya.
(Frangki Wullur)
