Adalah Mahyudin Damis, seorang Antropolog dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang ikut mendampingi Datau.
Mahyudin Damis memberikan apresiasi atas kepercayaan Lucky tersebut.
Menurut Damis, sekitar 30 tahun menjadi dosen, baru sekarang mendapat undangan reses DPRD.
Lama menjadi teman, membuat Mahyudin cukup tau pribadi dari seorang Lucky.
“Lucky adalah suatu fenomena yang membanggakan. Begitulah faktanya,” ujar Mahyudin.
Namun, Damis menginginkan ada sosok lain yang bisa bekerja seperti Lucky.
Menurutnya, jika ada dua atau tiga legislator dengan semangat seperti Lucky, maka segala persoalan lebih cepat tertangani.
“Mungkin ada rekomendasi dari pak Lucky, kita dukung figur itu. Yang pasti bukan calon hartawan atau usahawan melainkan sosok negarawan,” bebernya.
Mahyudin menegaskan, kerja-kerja Lucky seolah menjadi tamparan bagi wakil rakyat yang masih menggunakan pola lama.
Sementara Lurah Mahakeret Barat, Billy Rompas juga tidak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada Lucky.
17 tahun berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara, Billy baru menemukan sosok seperti Datau.
“Masyarakat juga sangat antusias. Mungkin ini reses terbanyak untuk level kabupaten/kota,” kata Billy.

Ia menuturkan, gaya menelepon eksekutif di hadapan peserta reses membuktikan kekuatan dari seorang Lucky.
“Momen langkah dapa anggota dewan bagini,” katanya dengan dialeg Manado.
Senada dengan Billy, Mance Nelwan seorang tokoh masyarakat setempat mengacungi jempol atas capaian Lucky.
Mance mengaku terus memantau aktifitas Lucky sejak dilantik.
“Dan dia (Lucky) bekerja tanpa kenal waktu. Siang atau malam, tidak peduli,” ujar Mance.
Ia kagum dengan Lucky yang mau memberi diri kapan saja, tanpa ada kepentingan apapun.
