
MANADO – Meski pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut 23 November 2011 lalu memutuskan seluruh direksi Bank Sulut akan diganti, namun kesaktian Jefferson Lungkang lagi-lagi dibuktikan. JeLu panggilang akrab Lungkang adalah satu-satunya direksi lama yang bertahan.
Kecuali JeLu yang menjabat Direktur Kepatuhan, Dirut Jefry Wurangian, Dirum Ricky Lintang dan Dirpem Ridwan Nggilu, semuanya lengser pada RUPS-LB Bank Sulut 10 Februari lalu. JeLu tetap pada posisinya sebagai Dirket, bahkan oleh komisaris ditunjuk sebagai Plt Dirut sambil menunggu fit and propers test dirut terpilih James Salibana.
Pertanyaan menyeruak ke publik, kenapa posisi Lungkang masih sakti? Padahal pada RUPS 23 November 2011 lalu secara tegas diputuskan bahwa semua dewan direksi kala itu akan diganti. Bahkan Gubernur Sulut sempat menyidir Lungkang “ikut-ikutan” dengan Wurangian (Dirut Jefry Wurangian sedang disorot bahkan diusulkan oleh banyak pihak untuk segera diganti, sementara Jefferson Lungkang dianggap pihak yang selama ini mendukung setiap kebijakan Wurangian).
Teka-teki ini sedikit terjawab dari sumber terpercaya beritamanado. Selain jago dalam hal lobi (karena dewan direksi adalah jabatan politik), kesaktian Lungkang di jajaran direksi diduga ada unsur nepotisme, yakni kedekatannya dengan Sekprov Siswa Rachmat Mokodongan. “Statusnya masih keluarga dengan sekprov,” ujar sumber singkat. (mega)
