Ini bisa mencakup orang yang baru saja menjalani operasi maupun infeksi virus yang menyebabkan luka terbuka.
Varicella, seperti penyebab cacar air dan herpes zoster, merupakan virus yang bisa menyebabkan luka terbuka.
Akan tetapi, para ahli tidak mengetahui secara pasti bagaimana bakteri itu bisa masuk ke dalam tubuh hampir setengah dari orang yang terjangkit STSS.
Faktor kesehatan lainnya: Orang dengan riwayat diabetes atau gangguan karena konsumsi alkohol mempunyai risiko tinggi terkena STSS.
Gejala Penyakit STSS
Gejala awal STSS yang paling umum ditemukan yaitu:
- Demam dan menggigil
- Nyeri pada sendi dan otot
- Mual dan muntah
Setelah mengalami gejala pertama, biasanya hanya butuh waktu sekitar 24–48 jam untuk penderita mengalami tekanan darah rendah.
Setelah hal itu terjadi, STSS dengan cepat menjadi jauh lebih serius dan menimbulkan gejala:
- Hipotensi (tekanan darah rendah)
- Gagal organ (tanda-tanda lain bahwa – organ tidak dapat berfungsi)
- Takikardia (detak jantung yang lebih cepat dari biasanya).
- Takipnea (pernapasan yang cepat).
Tanda-tanda gagal organ misalnya saja orang dengan penyakit gagal ginjal mungkin saja tidak mengeluarkan urine.
Orang dengan gagal hati bisa mengalami pendarahan atau memar kulit hingga kulit dan mata menguning.
Terjadi Lonjakan Kasus STSS di Jepang
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Institut Penyakit Menular Nasional di Jepang, sepanjang tahun ini Jepang sudah mencatat setidaknya 1.019 kasus streptococcal toxic shock syndrome atau sindrom syok toksik streptokokus.
Melansir dari NBC News, jumlah itu adalah jumlah tertinggi yang pernah ada.
Bahkan disebut lebih besar dari rekor perhitungan tahun lalu yakni sebanyak 941 kasus.
Sebagain Besar Kematian Terjadi dalam Kurun Waktu 48 Jam
Ken Kikuchi, seorang profesor penyakit menular di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo menyebut sebagian besar kematian terjadi dalam waktu 48 jam.
Ia menyoroti perkembangan penyakit yang begitu cepat menyebar, dan mencatat jika pasien STSS dapat meninggal dalam waktu 48 jam usai mengalami gejala awal.
Penyebab Lonjakan di Jepang
