Agama dan Pendidikan

Keluarga Besar Poluan-Tulangow Serahkan Benda Bersejarah Ini ke GMIM Schwarz Sentrum Langowan

Saat itu sekutu sedang melakukan pengeboman besar-besaran, dimana Gereja Sentrum tak luput dari bom, demikian juga Rumah Sakit Noongandan beberapa gedung yang strategis.

“Menurut Opa Poluan, PendetaManopo meminta agar bisa menyelamatkan lemari pakain milik Schwrz. Ketika tinggaldi rumah Pendeta yang ada di seputaran Gereja Sentrum, Pendeta Manopo juga pernah menerima pesan agar dia dapat menjaga dengan baik elmari peninggalan Schwarz itu,” ungkap Jeffry Pay.

Karena dalam suasana perang, maka lemari itu diambil secara diam-diam pada waktu malam dan Opa Jan Poluan menuturkan, bahwa ia termasuk orang yang disuruh mengambil lemari itu.

Seingat Opa Jan ada empat orang yang datang mengangkut lemari itu yang dimuat di atas pedati (roda sapi).

Lemari itu cukup lebar dan tinggi, karena yang menggunakan lemari itu adalah orang Eropa.

Peristiwa diangkutnya lemari itu ke Noongan, jelas Opa Jan terjadi pada tahun 1944, tapi ia lupa tanggal dan bulannya.

Lemari itu dibawa ke lokasi penyingkiran dan dikuasakan kepada Opa Pontus Poluan dan Pendeta Manopo meminta agar lemari itu dijaga dengan baik.

Nanti setelah perang sudah usai dan orang-orang yang menyingkir kembali ke kampung halamannya masing-masing, maka lemari itu kemudian dibawa ke rumah milik keluarha Pontus Poluan-Tulangouw.

Mengapa lemari itu tidak dibawa kembali ke rumah pendeta, menurut Opa Jan, pesan Pdt Manopo sebaiknya tetap saja di Noongan dengan harapan akan tetap terjaga dan terawat.

“Karena itu, meskipun lemari ini sudah cukup tua, tapi kami tetap jaga dan rawat. Ini lemari sangat berharga dan bersejarah. Jadi sesuai dengan pesan Pdt Manopo dan juga pesan ayah kami Pontus Poluan, kami harus menjaga baik-baik,” ujar Opa Jan, seraya menambahkan, pernah ada orang yang menawarkan untuk membelinya, tapi tidak diberi.

Melihat dari bentuk aslinya, memang terkesan lemari ini biasa digunakan oleh orang Eropa,karena bentuknya tinggi dan lebar dan ketika penulis mencari data bentuk lemari Eropa di zaman 1800-an dan 1900-an, lewat Google, memang sangat mirip dengan model lemari klasik di Eropa pada zaman itu. 

(***/Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara