Berita Utama

Keintjem Tepis Ada Politik Uang

Anggota DPRD Sulut, Djenri Keintjem SH. MH (foto beritamanado)
Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut, Djenri Keintjem SH. MH (foto beritamanado)

Manado – Kemenangan pasangan James Sumendap dan Ronald Kandoli pada Pilkada Minahasa Tenggara menurut pengurus DPD PDI-Perjuangan Sulut Djenri Keintjem bukanlah kebetulan semata. Menurutnya, kemenangan di Mitra sudah menjadi target PDI Perjuangan.

“Kemenangan di sana bukan kebetulan, tapi sudah menjadi target PDI-Perjuangan. Tentu dengan kerja keras dan kebersamaan seluruh pengurus, kader serta simpatisan tujuan memenangkan pertarungan bisa tercapai,” tutur Keintjem kepada beritamanado, Senin (17/6).

Terkait isu politik uang sebagai alat memenangkan pemilihan kepala daerah, ketua fraksi PDIP DPRD Sulut ini menepisnya.

“Tidak ada itu, bagaimana memisahkan antara money politic dan cost politic. Yang pasti semua kandidat ada cost politic. Tergantung masyarakat yang menilainya,” tukas Keintjem yang dicalonkan PDIP untuk DPR-RI pada Pemilu 2014 mendatang. (Jerry)

14 tanggapan untuk “Keintjem Tepis Ada Politik Uang”

  1. Astaga kita pe Gembala@ketua PKB GMIM bicara begini. Kita jadi malo ..Mapa lawi lawi ke’….

    Terkait isu politik uang sebagai alat memenangkan pemilihan kepala daerah, ketua fraksi PDIP DPRD Sulut ini menepisnya.

    “Tidak ada itu, bagaimana memisahkan antara money politic dan cost politic. Yang pasti semua kandidat ada cost politic. Tergantung masyarakat yang menilainya,” tukas Keintjem yang dicalonkan PDIP untuk DPR-RI pada Pemilu 2014 mendatang.

  2. Pilkada main uang depe awal diperkenalkan oleh Golkar lebe dulu . Begitu ley arisan bupati/walikota diperkenalkan oleh Imba . Dulu kader2 PDIP miskin , jadi semua Pilkada, Golkar bage , kecuali Sitaro yg satu2nya daerah PDIP bisa untung . Skarang setelah Olly nae jadi nakoda PDIP dan bekerja sama dg SHS , semua Pilkada, PDIP bage , soitu Golkar marah . Ini namanya boomerang , senjata makan tuan for Golkar

  3. Hasil voting sidang DPR RI terkait fraksi yang menerima atau menolak RAPBN P 2013 tgl 17 Juni 2013.

    Fraksi yang menerima :
    PKB : 23
    PPP : 34
    PAN : 40
    **Golkar** : 98
    Demokrat : 143
    Jumlah 338

    Fraksi yang menolak :
    Hanura : 14
    Gerindra : 25
    PKS : 51
    PDI P : 91
    Jumlah 181

    Dgn hasil voting tsb, diputuskan harga BBM bersubsidi dinyatakan naik
    Premium Rp 6.500,-
    Solar Rp 5.500,-
    Catat baik2 !!!
    WAKIL RAKYAT / WAKIL PARTAI

  4. Money politic bukan hanya dilakukakan oleh salah satu partai, tapi oleh semua partai …..hanya masalah tempat/waktu dan kesempatan…..karena money politic sudah menjadi budaya baru bangsa ini lebih khusus di daerah kita…..sudah menjadi slogan di masyarakat kita ….”sapa kase doi torang pilih”………dan yg menjadi pelopor money politic di negeri ini adalah GOLKAR !

  5. iyo kw dari ini Einstein termasuk barisan sakit hati ….
    dia ada sakit hati lantaran ini Bu Winsu so main doi tp tetap kalah lagi di Sangihe dg Sitaro…. ckckckckk

  6. Setiap penguasa ada masanya.Sekarang waktunya untuk Merah,bukan kuning atw biru.Jadi yg kalah terima saja tidak usah mencari-cari kesalahan dan berkoar-koar. Anjing menggonggong Banteng berlalu

  7. Einstein ngoni kan lagi mempersiapkan Gugatan ke MK kepada pasangan TONSU BERSIH urus jo to dia. Sapa tau baru sampe di muka pintu maso MK kong dapa “skop” se kaluar pa ngoni.
    nda usah mo pusing2 to pemilukada di MITRA.
    einstein GILA di SITARO jangan bawa”2..di MITRA so kurang sama dengan anjing gila nganaa..poloooo”
    bataria sana….bataria sinii…” so itu ngana pe mulu jangan sama dengan KAKA PIET..mulu bataiii..sama persis ngoni dua asuu.

  8. ****KOMENTAR SEBELUMNYA DARI SEORANG NAMANYA “EINSTEIN”******
    ______________________________________________________________

    Einstein

    10/06/2013 at 16:36

    Selamat Jalan Taufiq Kiemas….

    kau SEGALANYA BAGI MEGAWATI…
    suami…pemimpin…pemikir…pelindung…pengayom…pencetus ide…

    dan MEGAWATI ADALAH SEGALANYA BAGI PDIP…

    semoga kepergianmu membawa hikmah bagi bangsa Indonesia…

    meskipun kau pernah merendahkan PANCASILA yang sebenarnya adalah DASAR kau sebut menjadi PILAR…tapi bagaimanapun juga kau sudah membesarkan PDIP di Indonesia…

    semoga PANCASILA YANG TELAH MENUNJUKKAN KESAKTIANNYA…

    AKAN KEMBALI MENJADI SAKTI…

    UUD 1945 masih bisa diubah….NKRI sudah kehilangan Timor Timur…
    tapi TAK SEORANGPUN DINEGARA INI DAPAT MENGUBAH PANCASILA…
    artinya PANCASILA SAKTI tak dapat disetarakan dengan hal lain apapun juga….

    hanya PANCASILA yang disebut SAKTI…

    hanya beritamanado.com yang menyebut TONSU SAKTI…

    dan PANCASILA telah menujukkan KESAKTIANNYA 1 JUNI 2013

    Indonesia kehilangan satu tokoh yang telah merendahkan KESAKTIAN PANCASILA…

  9. ****KOMENTAR SEBELUMNYA DARI SEORANG NAMANYA “EINSTEIN”******
    ______________________________________________________________

    Einstein

    07/06/2013 at 12:40

    Jika ada saudara saya warga Sitaro yang punya sedikit ‘kecerdasan’ untuk berdebat dengan einstein tentang politik Sitaro dan sanggup membela PDIP…silahkan kita berdebat pada theat ini…

    Karena kenyataanya…termasuk yang terjadi di Sitaro…
    orang mendukung PDIP hanya dengan ‘perasaan’ tanpa logika, kecerdasan, kepedulian terhadap demokrasi yang hakiki…

    artinya…
    seperti kata saya diatas…
    apapun juga untuk PDIP…baik atau buruk…benar atau salah…

    tapi jujur saja…untuk hal itu saya memuji pendukung PDIP…
    karena dijaman seperti sekarang…orang seringkali berpindah partai jika secara logika partai itu dianggap berbuat salah…
    tapi sekalipun partai yang benama demokrasi itu sendiri menginjak-injak demokrasi yang sebenarnya…para pendukungnya tak peduli…asalkan PDIP…

  10. kayaknya KEJIWAAN seorang einstein terusik lagi dengan kemenangan PDI-P di KAB.MITRA.
    Dengan sebelumnya KEJIWAAN seorang einstein tercabik cabik dengan kekalahan SALERA di pemilukada KAB.SITARO.

    woiii…einstein buka ngana pe mata and buka ngana pe OTAK pece itu setelah:
    -SANGIHE (PDI-P)
    -MINAHASA (PDI-P)
    -SITARO (PDI-P)
    -MITRA (PDI-P)
    dan satu lagi BANTENG MENGENDUSS..KEMENANGAN KEP. TALAUD
    ini bukan hal yang mengadangada seperti mulutMU einstein, lihat saja nantii..!!!
    Glory…glory.. PDI-P.
    ___________________________________”salam perjuangan”

  11. FENOMENA POLITIK ini juga gw anggap merupakan fenomena baru dalam dunia rohani…gereja dan mesjid…menerima bantuan uang yang tak lain adalah SOGOKAN agar para jemaat dalam kumpulan itu memilih calon yang memberi uang…

    dan para imam dan ulama menerima uluran uang itu dengan kantong terbuka dan mengisyaratkan para jemaatnya agar memilih mereka yang sudah bermurah hati memberi bantuan uang…

    dan tragisnya…tak ada satu organisasi…LSM…media massa…pemerintah atau siapa saja yang benar-benar ‘care’ dengan kondisi ini…
    malah mengaminkan apa yang terjadi di bumi nyiur melambai ini sebagai hal yang biasa biasa saja…wajar itu dalam dunia politik…

    tahapan politik untuk pemilihan umum rasanya hanyalah ‘pelengkap penderita’ karena kampanye, orasi, penggalangan masa itu semua hanyalah supaya kelihatan bahwa ada sistem yang dijalani…
    padahal sistem yang paling baku, tren dan terkini tak lain adalah MONEY SISTEM atau kata PDIP ‘COST POLITIK’…

    masyarakat sudah dilatih dan dibiasakan dengan cara ini…jadi tak heran ketika H-1 orang-orang malah menunggu sang ‘Sinterklas’ yang akan mendistribusikan uang suap ke rumah-rumah.

  12. Ahhhhhh…. Masa ngak main uang di semua Pilkada Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara. Tanyakan pada Olly Dondokambey (Ketua sementara PDIP Sulut) hal ini. Jika Olly orang BERIMAN, dia akan bicara terbuka dan mengakuinya.

  13. Sebuah fenomena baru dunia politik di Sulawesi Utara…!!!

    Money Politik disahkan oleh sebuah partai sebagai Cost Politik…

    jadi bagi PDIP…tidak ada yang namanya Money Politik…

    memberi uang kepada pemilih untuk memilih calon mereka…
    memberi beras…
    memberi uang di kolom-kolom gereja…

    itu dianggap sah dan halal dan biasa saja dalam AD ART PDIP sudah merupakan kategori Cost atau ‘Biaya’ Politik…

    Pada Pilkada Sangihe 2011 gw sudah melihat kemunculan Fenomena Baru ini…ketika saat itu seluruh daratan sangihe dibombardir dengan sogokan dan uang suap pada pemilih untuk memilih HRM-JEG…

    namun para pengurus PDIP dengan senyum kecut muka tebal berdalih bahwa itu ‘bukan money politik bro..’ itu Cost Politik…

    ketika para bupati PDIP berkumpul dalam arisan politik…tetap saja uang mereka itu dianggap untuk cost politik…

    kalau sudah separah ini iklim pemilukada…buat apa lagi adanya pemilihan umum…
    karena artinya Pemilihan Umum hanya menjadi ajang untuk memasukan para bandit-bandit dan mafia ke dalam gelanggang politik.
    karena SIAPA SAJA YANG BERDUIT BANYAK pasti bisa jadi anggota dewan atau kepala daerah tak peduli darimana sumber uangnya…

    karena kenyataan bahwa seangkuh apapun seseorang dengan pilihan hati nuraninya…tetap saja suaranya bisa terbeli dengan uang…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara