Pelayanan PT PLN (Persero), bagi konsumen belakangan ini merasa kecewa. Pasalnya, tak ada siang dan malam terjadi pemadaman. PLN tak memiliki belas kasihan terhadap konsumen. PLN hanya mencari keuntungan semata-mata, tanpa melihat profesionalnya. (foto istimewa)
Lelengboto: Pemadaman Tanpa Belas Kasih
Amurang—Dalam dekat ini, pemerintah akan segera menaikan listrik. Kenaikan tersebut seiring dengan BBM juga akan dinaikan. Hanya saja, kenaikan listrik tak sebanding dengan pelayanan prima managemen PT PLN (Persero). Dimana, pemadaman terjadi tanpa belas kasihan. Ada siang, tak ada malam pun terjadi pemadaman. Itukah pelayanan prima yang diberikan kepada konsumen.
‘’Sebagai konsumen, saya melihat sunggu dilematis pelayanan PT PLN (Persero). Baik di tingkat pusat, wilayah maupun cabang hingga ditingkat ranting dan jaga sunggu memberi arti luas bahwa PLN tak profesional. Kenapa tidak, dimana pelayanan PLN belakangan ini memberi arti kalau telah gagal total,’’ ungkap Ir Franky Lelengboto, warga Buyungon-Amurang.
Kenapa saya katakan demikian, karena memang PLN kini disorot. Ditamba lagi, PLN yang belakangan ini memberi arti jelek bagi konsumen. Dimana, pemadaman dilakukan tanpa belas kasihan pula.
‘’PLN, adalah BUMN (pemerintah,red). Harusnya, memberikan yang terbaik bagi konsumen. Pernyataan ini sangat keras, tetapi ini juga untuk memotifasi kinerja dan pelayanan PLN sendiri. Jangan setelah sudah besar, tahu-tahu konsumen yang dirugikan. Ingat, kalau tak ada konsumen. Apakah PLN akan hidup, ataukah PLN akan sebesar sekarang,’’tanya pengusaha sukses ini.
Lebih miris lagi, seperti dijelaskan diatas. Bahwa tak ada siang, malam pun ada pemadaman. ‘’Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus, dikala berada dalam ibadah minggu di gereja, sementara hotbah atau juga berdoa tahu-tahu aliran listrik padam. Ini pelecehan besar terhadap peribadatan dirumah Tuhan. Sudah begitukah pelayanan PLN,’’ tegas Sekretaris Jemaat GMIM Tesalonika Buyungon ini.
Lain lagi kata Teddy Ruasey, tokoh Amurang asal Desa Kilometer Tiga. Bahwa, desa ini sudah menjadi langganan terjadi pemadaman. Lebih para lagi, pemadaman hingga berpuluh-puluh jam tanpa ada perbaikan.
‘’Sayang sekali, pemerintah akan menaikan TDL (Tarif Dasar Listrik). Tetapi, pelayanan sunggu jelek dimata konsumen. Seharusnya, managemen PLN disemua aras harus melihat hal diatas. Silahkan TDL dinaikan. Tetapi, sudahkah pelayanan diperbaiki,’’ ucap Ruasey.
Menurutnya, di Desa Kilometer Tiga, hampir tiap hari. Ada siang dan malam hari terjadi pemadaman aliran listrik. Lebih heran juga, tak ada perbaikan yang dilakukan pihak PLN Amurang atau sekitarnya.
‘’Maka dari itu, sebagai konsumen menjelaskan, kalau pihak PLN Amurang merasa gagal dengan pelayanan diusulkan mundur. Termasuk, pimpinan PLN tingkat pusat, wilayah, cabang juga demikian. Sebab, pelayanan PLN justru membuat kesan tanpa belas kasihan,’’ pungkas Ruasey yang vokal ini. (and)

