Agama dan Pendidikan

Kawasaran dan Cap Go Meh, Implementasi Tanggung Jawab ‘Kakak kepada Sang Adik’

Kawasaran dan Cap Go Meh, Implementasi Tanggung Jawab 'Kakak kepada Sang Adik'

Tonaas Rinto Taroreh

Manado, BeritaManado.com — Dalam pelaksanaan prosesi Cap Go Meh setiap tahun selalu saja ada kelompok Kawasaran yang mendahului iring-iringan parader para Tang Sin yang keluar dari berbagai Klenteng di Kota Manado.

Hal itu juga terlihat saat gelaran Cap Go Meh, Sabtu (24/2/2024) kemarin di kawasan Kampung Cina Kelurahan Pinaesaan hingga Calaca Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Mungkin bagi sebagian orang memiliki kesan bahwa kelompok – kelompok Kawasaran yang ikut prosesi sengaja diundang panitia untuk menambah keramaian acaranya.

Namun tidak demikian bagi Tonaas Rinto Taroreh yang konsisten melestarikan budaya Minahasa melalui Kawasaran.

Kawasaran dan Cap Go Meh, Implementasi Tanggung Jawab 'Kakak kepada Sang Adik'

Menurutnya, Kawasaran adalah tari perang orang Minahasa dan menjadi pendahulu di tanah Toar Lumimuut ini.

“Kawasaran ibarat kakak yang bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi adiknya yang dalam hal ini dimaksudkan budaya-budaya yang datang kemudian, termasuk tradisi Cap Go Meh oleh para penganut agama Khonghucu,” ungkap Tonaas Rinto Taroreh.

Ditambahkannya, dalam konteks pelaksanaan prosesi Cap Go Meh menjadi pembuka jalan, karena Kawasaran ibarat bertindak sebagai tuan rumah.

“Dipercayakan untuk mengambil bagian dalam perhelatan Akbar ini adalah kebanggan tersendiri bagi kami Kawasaran. Kami bangga bisa mperkenalkan tradisi dan budaya Minahasa dalam acara Cap Go Meh tahun 2024 ini,” jelas Taroreh.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara