Berita Utama

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Media di Kominfo, Jems Tuuk Minta Kapolda Harus Berani

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Media di Kominfo, Jems Tuuk Minta Kapolda Harus Berani
Julius Jems Tuuk Ketua tim pakar gubernur Yulius Selvanus dan Wakil gubernur Victor Mailangkay.

Manado, BeritaManado.comKasus dugaan penyalahgunaan anggaran media di Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini mulai tak terdengar lagi.

Hal itu dikarenakan tidak adanya up date perkembangan penanganan kasus tersebut dari Polda Sulut yang mendapat perhatian dari ketua tim pakar Pemerintah Provinsi Sulut Julius Jems Tuuk.

Menurut Jems, dirinya sudah 10 tahun di lembaga DPRD Sulut mengkritisi kebijakan Kominfo di belakangnya.

“Saya menduga, saya mencurigai ada pengalokasian anggaran yang tidak sesuai dengan amanat RPJMD,” ungkap Jems Kamis, (12/6/2025).

“Kenapa? Banyak anggaran yang menurut saya lost tidak sesuai dengan peruntukan,” sambung Jems.

Tak hanya itu kata Jems, beredar di media cetak dan media elektronik, terkait dengan kesejahteraan Wartawan jika benar disalah gunakan, harusnya Polda Sulut telah melakukan penyelidikan dan penyidikan sampai dengan menjelaskan secara detil terkait dengan aliran anggaran itu.

Jems menjelaskan, misalnya di pemerintah Provinsi Sulut ada 100 Wartawan, maka ada kurang lebih sekitar 300 sampai 400 orang keluarga Wartawan yang tingkat gizinya, biaya konsumsi makanannya diambil untuk kepentingan seseorang.

“Itu yang saya tidak bisa terima. Itu bulan Agustus tahun 2024 saya teriak. Hak-hak ini diambil dengan mengorbankan gizi dari anak cucu teman-teman Wartawan,” bener Jems.

Informasi tersebut kata Jems, berseliweran di berita-berita yang sudah di tulis oleh Wartawan dan sampai sekarang belum kelihatan sikap Polda terhadap kasus yang ditulis itu.

“Yang saya tahu, dengar-dengar saya belajar juga, kalau memiliki dua alat bukti kan bisa langsung di ciduk, kalau tidak memiliki alat bukti ya dilepas,” ucap Jems.

Jems menilai, Polda harus bersikap tegas dalam hal, jika apa yang dilaporkan itu ternyata tidak terbukti, segera dilakukan pers rilis bahwa yang dituduhkan kepada Kepala Dinas Kominfo itu, adalah tidak benar.

“Tapi sampai hari ini kan tidak ada pers rilis itu,”  tutur Jems.

Kata Jems, kalau itu benar-benar terjadi penyalahgunaan harusnya ditindaklanjuti dan proses hukum jalan.

“Yang menjadi persoalan, kasus ini kan sudah berbulan-bulan bergulir dan tidak ada titik terang,” sorot Jems.

Jems menduga, Kapolda Sulut takut dengan Kadis Kominfo, tidak punya keberanian untuk mengungkap kasus tersebut.

“Oleh sebab itu, saya mengajak teman-teman Wartawan dan masyarakat Sulut agar kita memberikan support kepada Kapolda supaya Kapolda punya keberanian mengungkap kasus ini,” ajak Jems.

“Kalau tidak terbukti ya dilepaskan lah dia. Kalau terbukti lanjutlah kasus ini,” tutup Jems.

(Erdysep Dirangga)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara