
Tomohon, BeritaManado.com — Sejumlah karyawan Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon, Rabu (9/3/2022) kemarin menyampaikan hal sangat memprihatinkan yang terjadi pasca pemecatan dengan tidak hormat direksi 12 Januari 2022 lalu.
Melalui salah satu perwakilan karyawan, terungkap bahwa pihak Yayasan Medika ternyata telah melakukan pemblokiran rekening RSU GMIM Bethesda Tomohon sebelum pemberhetian direksi yang hingga kini terus jadi bahan perbincangan.
Akibat dari hal tersebut, operasional rumah sakit hingga urusan makan minum pasien dan seluruh karyawan menjadi terganggu.
Hal ini memicu ungkapan keprihatinan Senator RI Dr Maya Rumantir MA PhD yang saat itu bertepatan melaksanakan reses di rumah sakit yang sudah sangat terkenal di seantero Sulawesi Utara ini.
Dihadapan perwakilan karyawan dan dokter, Anggota Komite III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia ini sampai beberapa kali mengungkapkan keprihatinannya itu.

“Pada kesempatan ini maksud saya datang ke tempat ini pada dasarnya dalam rangka reses atau menyerap aspirasi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan rumah sakit. Namun ternyata ada hal lain yang disampaikan secara terbuka,” ungkapnya.
Senator Maya Rumantir pun menanggapi suara hati para karyawan RSU Bethesda itu dengan pernyataan bahwa dirinya tidak mencampuri urusan internal, namun berkewajiban mengambil sikap atas hal-hal yang telah masuk ke hal-hal yang bersentuhan dengan masalah kemanusiaan.
“Saya mendengar ada yang menyampaikan bahwa pembayaran gaji karyawan tidak berjalan semestinya. Belum lagi dana operasional yang kini tidak mudah untuk diambil. Dampak dari pemblokiran rekening oleh Yayasan Medika tersebut sangat tidak manusiawi, karena karyawan berhenti mendapat pelayanan makan siang. Lebih parah lagi, asupan gizi makanan untuk pasien kini tidak lagi sesuai standar, karena hanya mengandalkan nasi, telur, tahu, tempe dan sambal,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Senator Maya Rumantir juga mendengar langsung semangat seorang karyawan yang mengatakan bahwa sebenarnya masalah yang telah menjadi konsumsi publik tersebut menanyakan apakah perwakilan karyawan dapat menyampaikan aspirasi dan suara hati di DPD RI dan pemerintah pusat.
“Sebanarnya, hal tersebut tidak semestinya terjadi, karena menghilangkan hak pasien untuk mendapatkan asupan gizi yang baik selama masa perawatan bisa dikatakan masuk kategori kejahatan kemanusiaan,” tegasnya.
Pada bagian akhir reses tersebut, Senator Maya Rumantir secara terbuka mengatakan bahwa dirinya ada bersama-sama dan akan selalu ada bersama-sama seluruh karyawan RSU Bethesda Tomohon.

“Mari kita semua berdoa agar permasalahan yang terjadi saat ini akan segera mendapatkan solusi, sehingga pelayanan kesehatan kepada pasien dan kinerja karyawan dapat kembali seperti semula,” tandasnya.
Pada bagian akhir reses, Senator Maya Rumantir memberikan penguatan kepada seluruh karyawan RSU Bthesda Tomohon dengan menyanyikan beberapa tembang pujian.
Sesasaat sebelum pulang, karyawan RSU Bethesda Tomohon memberikan bingkisan sebagai kenang-kenangan.
(Frangki Wullur)
