
Penulis: Jhonli Kaletuang I Manado
Aktivitas Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih menunjukkan dinamika.
Berdasarkan laporan pengamatan periode 16 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, guguran lava pijar terpantau dari puncak kawah utara dengan jarak luncur mencapai sekitar 700 hingga 1.000 meter.
Data Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, PVMBG, menyebutkan guguran tersebut mengarah ke sejumlah sektor, yakni selatan, barat daya, barat, barat laut hingga utara.
Aktivitas ini menjadi salah satu fenomena yang terus dipantau seiring status Gunung Karangetang yang masih berada pada Level II atau Waspada.
Secara visual, Gunung Karangetang teramati jelas hingga diselimuti kabut.
Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal terlihat membumbung sekitar 10–20 meter di atas puncak kawah.
Sementara itu, asap dari Kawah Utara teramati berwarna putih, coklat hingga kelabu dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 10 hingga 700 meter.
Aktivitas pada malam hari juga menunjukkan adanya sinar api sekitar 5–10 meter dari puncak Kawah Selatan yang terpantau melalui CCTV.
Selain itu, terdengar suara gemuruh dari arah Kawah Utara dengan intensitas lemah hingga kuat.Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat 4 kali gempa guguran dengan amplitudo 10–15 mm dan durasi 10–15 detik.
Tercatat pula 95 kali gempa hembusan, 2 kali tremor non-harmonik, 39 kali tremor harmonik, serta 3 kali gempa tektonik jauh.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mendekati kawasan puncak, melakukan pendakian, maupun beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya.
PVMBG menetapkan radius larangan 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua atau Kawah Utara dan Kawah Utama di bagian selatan, dengan perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi guguran lava maupun awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Material lava yang sebelumnya menumpuk masih dalam kondisi tidak stabil sehingga berpotensi runtuh, khususnya ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke wilayah pantai.
