Manado – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) DR Djouhari Kansil MPd mengingatkan sedikitnya ada tiga hal penting untuk memajukan pendidikan persekolahan Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM). “Ketiga hal penting sangat berkaitan erat itu adalah manajemen yayasan, manajemen kepala sekolah, manajemen guru,” kata Kansil sebagai pembicara pada dialog pendidikan GMIM sebagaimana disampaikan Kabag Humas Pemprov Sulut, CH Sumampow, Selasa (24/7).
Dialog bertajuk “Solusi benang kusut pendidikan Kristen GMIM”, dihadiri para ketua yayasan, pendeta, kepala sekolah, guru serta praktisi dan pemerhati pendidikan persekolahan kristen GMIM di daerah ini, di Bitung, Senin (23/7). Menurut Sumampow, kegiatan dialog tersebut dalam rangka memperingati hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM.
Pada kesempatan itu, Kansil yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut, membawakan materi berjudul Memahami Undang-Undang Tentang Pendidikan, mengurai UU No. 20 Tahun 2003 Tentang System Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam Undang-Undang tersebut mendefinisikan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara, ujarnya.
Karena itu guna mengatasi solusi benang kusut terhadap pendidikan kristen GMIM itu, tiga hal tersebut perlu ditata kembali sesuai dengan UU Sisdiknas, sehingga akan terjadi perubahan kearah yang lebih maju, tegas Wagub Kansil. Kansil menyebutkan, kurangnya perhatian jemaat dalam membantu pendidikan GMIM menjadi salah satu faktor penyebab persekolahan GMIM menjadi terkebelakang. Karena jemaat hanya lebih memperhatikan pembangunan gereja semata, sembari mengingatkan, sesungguhnya kedua hal tersebut mestinya harus berjalan bersama sehingga tidak ada yang ketinggalan.(niel)

Founding Father bangun pendidikan GMIM. Sayang dihancurkan politik ??? haus kekuasaan ?î bawah payung YYsn Wenas. Memalukan
Cara yang paling ampuh untuk memajukan pendidikan GMIM adalah: sisihkan paling kurang 25% dari dana sentralisasi jemaat2 ke sinode untuk membenahi pendidikan GMIM (bangunan fisik, penyediaan sarana belajar, meningkatkan mutu pendidik, dsb).
Kalu cuma mo iko tu Kansil da bilang, yah teori sasaja itu……