Berita Utama

Joune Ganda Perluas Strategi Inflasi ke Pulau-pulau, Program Pahlawan Jadi Andalan 2026

Joune Ganda Perluas Strategi Inflasi ke Pulau-pulau, Program Pahlawan Jadi Andalan 2026
Bupati Joune Ganda dan jajaran foto bersama usai mengikuti High Level Meeting yang digelar Bank Indonesia, Senin (23/2/2026).

BeritaManado.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan kembali ditegaskan oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.

Itu dipaparkan dalam forum High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia, Senin (23/2/2026).

Tak sekadar menyampaikan capaian, Joune menyampaikan arah kebijakan yang lebih progresif untuk 2026, dengan fokus utama pada masyarakat kepulauan.

Sebelumnya, Pemkab Minahasa Utara sukses menorehkan prestasi dengan meraih lima Government Award dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk kategori Daerah Kepulauan.

Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi “Koin Perak Lapis Emas” (Kios Inflasi Perdagangan Antar Kecamatan Layani Pembeli Sembako Masyarakat), sebuah terobosan pengendalian inflasi berbasis penguatan distribusi antar kecamatan.

Program itu dijalankan melalui kolaborasi strategis pemerintah daerah, Bank Pembangunan Daerah, mitra swasta, dan Bank Indonesia.

Hasilnya, rantai pasok lebih efisien, distribusi bahan pokok lebih terkontrol, dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil.

Namun bagi Joune, inovasi tidak boleh berhenti pada satu capaian.

Pada 2026, Pemkab Minahasa Utara meluncurkan langkah lanjutan bertajuk “Pahlawan” (Pasar Murah Layani Warga Kepulauan), sebuah program yang secara khusus dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pulau-pulau.

Pahlawan hadir sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warga kepulauan.

Program ini menitikberatkan pada distribusi pangan langsung ke pulau-pulau, memastikan harga tetap terjangkau dan suplai tetap lancar meski menghadapi tantangan geografis.

“Wilayah kepulauan memiliki karakteristik tersendiri. Karena itu, strategi distribusi kami perluas agar masyarakat di pulau-pulau juga merasakan stabilitas harga,” tegas Joune.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengendalian inflasi di Minahasa Utara bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan misi kesejahteraan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan ketahanan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta meningkatkan koordinasi TPID agar lebih adaptif terhadap dinamika harga.

Selain itu, antisipasi inflasi musiman menjelang Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru menjadi perhatian khusus.

Kerja sama antar daerah pun terus diperluas, termasuk rencana pasokan bawang merah dari Brebes dan distribusi surplus cabai ke Maluku Utara.

Sebagai salah satu daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), Minahasa Utara memikul tanggung jawab besar dalam menjaga laju inflasi tetap terkendali.

Tantangan seperti gejolak harga pangan, ketergantungan pasokan luar daerah, hingga pengaruh ekonomi global menjadi variabel yang terus diantisipasi.

Meski demikian, Joune optimistis.

Baginya, kunci stabilitas adalah inovasi yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

Melalui Pahlawan, Pemkab Minahasa Utara menunjukkan konsistensi menghadirkan terobosan setiap tahun, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi demi menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat, baik di daratan maupun di pulau-pulau terluar.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, komitmen tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah hadir dan berpihak pada kebutuhan rakyatnya.

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara