
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Hujan yang mengguyur kawasan Airmadidi, Minggu (15/03/2026), tak meredam semangat sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Minahasa Utara.
Di tengah rintik yang turun, mereka tetap berdiri di tepi jalan, menyapa satu per satu warga yang melintas, sembari membagikan takjil bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Minahasa Utara, Joune Ganda, yang hadir bersama jajaran pengurus serta Wakil Ketua DPD PDIP Sulawesi Utara, Berty Kapojos.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol kedekatan partai dengan masyarakat di tingkat paling bawah.
Di lokasi, suasana terasa hangat meski cuaca dingin.
Senyum warga yang menerima takjil menjadi pemandangan yang tak ternilai.
Beberapa pengendara bahkan melambatkan kendaraan, menyempatkan diri menyapa dan mengucapkan terima kasih.
Joune Ganda menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PDIP untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurutnya, nilai kebersamaan dan kepedulian harus terus dijaga, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Ia juga berharap, melalui kegiatan sederhana ini, hubungan emosional antara partai dan masyarakat dapat semakin erat.
Sementara Berty Kapojos bilang, kegiatan berbagi takjil memiliki makna lebih dalam dari sekadar rutinitas tahunan.
Menurutnya, aksi ini menjadi refleksi nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
“Apa yang kita berikan mungkin sederhana, tetapi harapannya bisa membawa kebahagiaan bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa di perjalanan,” katanya.
Ia juga menekankan kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan emosional antara kader dan warga.
Bagi PDIP, keberpihakan kepada “wong cilik” bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
Meski hujan terus turun, tak terlihat raut lelah di wajah para kader.
Justru sebaliknya, semangat berbagi semakin terasa.
Bagi mereka, setiap paket takjil yang diberikan bukan hanya sekadar makanan pembuka puasa, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan.
Kehadiran rombongan tersebut pun disambut hangat oleh warga sekitar. Interaksi yang terjalin terasa akrab, seolah tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.
Di tengah derasnya arus kehidupan sehari-hari, momen kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
