
Kalait – Salah satu masalah yang ada di tengah-tengah bangsa kita saat ini, adalah kurang sempurnanya nilai-nilai Pancasila itu dilakukan. Salah satunya yang pertama adalah sila yang pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi melihat hal ini, jadi menurutnya Pancasila harus dikritisi.
Demikian kata tokoh pemuda Nasional Jerry Sambuaga, saat memberikan materi mengenai Pancasila dan Globalisasi kepada peserta Perkemahan raya pemuda remaja KGPM se Indonesia, yang berlokasi di Bumi perkemahan desa Kalait kecamatan Touluaan Selatan Mitra, Kamis (27/6).
Menurutnya, berhubungan dengan kebangsaan sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu sangat penting untuk di kritisi. Karena sila tersebut sangat vital dan penting
“Hal ini memang sangat penting, karena sila pertama Pancasila mencampuradukan antara Agama dan Negara. Dengan demikian ketika Agama itu di campuradukan dengan Negara, maka Negara itu mengintervensi Agama sehingga agama tidak akan menjadi private,” jelas putra tercinta dari Theo Sambuaga ini.
Lanjut Dosen FISIP Unsrat ini juga menjelaskan bahwa, berbicara Globalisasi itu adalah suatu kompetisi bukan perusak.
“Globalisasi adalah suatu kompetisi bukan perusak, karena globalisasi itu rusak bagi mereka yang tidak siap berkompetisi,” terang Sambuaga.
Usai memberikan materi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan season dialog tanya jawab antara Jerry Sambuaga dengan perwakilan dari tiapa-tiap wilayah peserta jemaat KGPM. (van)

Jerry Sambuaga paling paripurna Sulut Unggul !!!
Baca Profilnya,yg saya tahu selain sebagai Akedemisi sekarang beliau sebagai staff ahli Ketua DPD RI & Punya Jaringan National & International. Figur yg Paripurna.
Kalau sebagian aktifis senior /pun junior katakatan,JS lebe Hebat dr Bapaknya Theo Sambuaga.
PANCASILA adalah DASAR NEGARA….
adalah Dasar dan LANDASAN semua Konstitusi yang dibuat di NKRI..
Tak ada yang salah dengan Pancasila…tak ada yang perlu dikritisi…
tak ada yang boleh mengkritisi Pancasila…
Yang perlu dikritik ataupun diubah-ubah dan diganti-ganti adalah segala peraturan, undang-undang dan juga para pelaku-pelaku yang menerapkan peraturan itu…
Pancasila melindungi negara ini dari segala kemungkinan perpecahan akibat perbedaan tingkat sosial, perbedaan ras dan agama…
Sila 1 KETUHANAN YANG MAHA ESA
menjadi jembatan pemersatu berbagai agama yang menegaskan bahwa TUHAN ITU ESA…TUHAN ITU SATU…TUHAN ITU SAMA…
Ketika ada keragaman agama…dalam Islam ada Muhamadiyah… NU…Ahmadiyah…Syiah…dalam Kristen ada Katolik… Protestan…Pantekosta… dan ada Hindu…Budha…dll…
Pancasila sudah menegaskan bahwa TUHAN ITU ESA…!!!
dan ketika terjadi perselisihan dan permusuhan hingga pertikaian diantara komunitas agama yang berbeda…
dalam kecemasan…kita semua masih bisa bernapas lega bahwa PANCASILA MASIH UTUH…
Untuk menjabarkan dan melindungi komunitas-komunitas agama terdapat Departemen Agama… yang seyogyanya harus dapat melindungi dan bersikap seadil-adilnya dan sebijaksana mungkin terhadap semua golongan Agama…
Kita juga harus bisa memahami konsep Mayoritas dan Minoritas…
Disatu sisi minoritas harus Memahami dan Menerima adanya ‘dominasi’ dari mayoritas…namun mayoritas juga harus bisa Menjaga dan Mengayomi minoritas…sebagai bagian dari NKRI…
dan itu semua sudah diatur dengan harmonis dalam “Ketuhanan Yang Maha Esa” …..”Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”… “Persatuan Indonesia”…”Kerakyatan…Kebijaksanaan…Permusyarawaratan”… “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
jadi…bung Jerry kalau bisa terpilih menjadi Legislator…
jangan pernah sekali-kali berpikir dan mempertanyakan
Kesaktian Pancasila..!!!
kritik dibolehkan bahkan di negeri ini kita bebas mengeluarkan pikiran baik lisan dan tulisan ini menandakan bahwa demokrasi msh ada tapi utk cara berfikir jerry sambuaga ini bukan kritik atau mencerminkan seseorg yg berfikir kritis tapi ini lontaran pemikiran dari seseorang yg hanya ingin menarik perhatian atau biar dikesankan sensaional agar lebih poluper di mata publik krn pencalegannya…tdk perlu berekasi berlebihan thd pemikiran spt ini…ini cara berfikir sekuler dan sekularisme memandang agama terpisah dari negara atau pemerintah tdk boleh mencapuri urusan warganya dlm beragama atau tdk beragama krn itu adalah persoalan privat…jadi ini bukan pemikiran kritis tapi sesat dan menyesatkan…termasuk pemikirannya mengenai negara federal… sdr. Jerry sepertinya anda tidak pernah mempelajari sejarah politik dan ketatanegaraan bangsa anda sendiri ???
Saya sepakat,Bangsa kita hanya selalu bernostalgia dengan Indahnya sejarah, tapi maksud founding father tidak seperti itu,sapa bilang sejak Bangsa indonesia ini merdeka ridak ada gejolak Mayoritas dengan Minoritas???
Piagam Jakarta dan NII itu salah satu settingan untuk menjadikan Bangsa ini Homogen,so??? gak bercermin apa, sekarang kenyataannya kita kembali digiring ke ranah Negara Homogen, Setiap warga Negara memang harus berkeyakinan, tetapi kalau harus dipaksa beragama, apa yakin kita dari lahir sudah bisa memilih agama, katanya tolak asing toh 6 Agama Impor Asing kok diterima??? gimana dengan Agama Lokal yg di Jawa, Sumatera, Kalimantan??? Lihat teks asli Pancasila sebernarnya mengapa Soekarno menaruh Sila Ketuhanan paling bawah, terus karena kesepakatan ditaruh di Nomor Satu???
Say NO to NEPO!
Coba jangan terlalu di biasakan itu meng-goblokin orang lain.
Setahu saya nda ada yang talalu pinter disini!
Dasar2 kritik kalian tentang PANCASILA sudah terlalu mengada2.
Saya lebih melihat kalian itu sebagai orang2 yang sudah kehabisan bahan untuk tampil terdepan dalam persaingan, dan dengan liciknya memanfaatkan rohnya nya NKRI “PANCASILA” sebagai bahan untuk bersaing.
Apa yang kalian tawarkan ke negara semacam NKRI ini selain roh bangsa kita itu?
Ngapain kalian tarik-tarik benang panjang untuk membuktikan hubungan keterkaitan sila 1 dengan intimidasi kepada minoritas?
Bukannya intimidasi(pake bahasa kalian) yang kalian sebut, baru ada dan berkembang liar semenjak regime2 reformasi ini berkuasa?
Kalau di span dari semenjak NKRI ini usia 0, bukankah yang minoritas terkait aman2 saja?
Jadi saya lebih melihat masalah ketidakadilan pada minoritas sekarang ini disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap masalah ini dari regime2 yang katanya reformis sejati.
Regime dan pendukungnya yang kebablasan ingin mereformasi semua aspek bangsa dari AtoZ instantly!
Adalah suatu kesalahan fatal kalau kalian mendukung dan merubah/menghilangkan karakter kita sendiri yang tak lain adalah roh bangsa kita sendiri PANCASILA.
Ada bebarapa istilah saya untuk para pembabi-buta reformis yang istilah ini mereka paling tidak suka kalau saya paki di forum nasional kompas dan detik. Aku memanggil mereka: Reformis-Munaficker…
So, cuma ada satu kalimat yang paling masuk akal untuk kembali merasa nyaman berdampingan antara mayoritas dan minoritas:
Ganti Regimnya, pilih yang lebih komitmen pada rakyat dan bukannya mengganti atau mengamandemen “official philosophical foundation” bangsa kita!!!!!!
Pada g0bl0k yang comment ini, bisa bedain gak sih kritisi dengan kata di ganti????
kritisi belum tentu diganti,disini saya melihat evaluasi, sudah efektifkah atau tidak kita pelaksanaan Norma Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara kita di Republik Indonesia, terutama sila 1. Karena konflik yang terjadi di Indonesia itu bila ditarik benang panjang maka semua terjadi karena Penyimpangan sila 1,Negara terlalu (mayoritas) ambil alih terhadap Agama, sehingga terjadinya intimidasi terhadap kaum minoritas.
makanya dikaji dulu dong sebelum berkomentar???
kalau kurang paham, perbanyak diskusi minimal di rumah kopi…
Sangat-sangat wajar mempertanyakan kualitas dari “tokoh?” pemuda nasional macan ini…
Inilah akibat langsung atau tidak langsung dari dari yang namanya NEPO!
Jangan lagi ada reply-reply dari sanggahan saya ini yang mencoba membela para NEPOs yang sudah sangat parah di daerah kita ini!
Hampir semua tokoh2 pemerintah daerah ini berlombah2 menelorkan dan melegalkan Nepo!
Kalian lihat sendiri hasilnya….
Just say No to paraNEPO!
Saya diproses dan didewasakan oleh partai Golkar. Saya miris melihat caleg partai Golkar seperti ini. Perlu diikutkan lagi tentang Latihan kader bangsa serta TOT partai Golkar.
Bung Jerry Anda kan Golkar seharusnya Anda paham tripanji kekaryaan Yang menjadi landasan perjuangan dari Golkar. Saya meragukan kapabilitas Anda terhadap keberadaan akan pemahaman Anda tentang Jati Diri Golkar.
wah…..kalo ad 300 caleg sperti ini yang jadi …..bakalan di ganti nich dasar negara kita…….direkomendasikan untuk tidak dipilih !!!