
Manado – Hasil Pilpres 2019 ini tak jauh beda dengan 2014 lalu. Dimana keunggulan Jokowi masih dikisaran 52 sampai 55 persen.
Tapi menariknya, menurut peneliti Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, ada sejumlah provinsi Jokowi kalah. Misalkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.
“Padahal hasil quick count awal Prabowo menang di 18 provinsi tapi masih kalah jumlah suara. Sudah saya prediksi Jabar, Banten, Sumbar, Aceh dan NTB sulit Jokowi menang dan itu terbukti. Yang namanya west agak sulit ditembus, Jabar, Sumbar dan NTB,” ujar Jerry melalui pesan tertulis kepada BeritaManado.com, Sabtu (20/4/2019).
Memang di daerah isu agama sangat tinggi jika dimainkan. Untung saja menurut Jerry Massie, Jokowi bisa merebut total di Jateng dan Jatim. Dua wilayah ini yang menyelamatkan Jokowi.
Berdasarkan data rekapitulasi suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 (KPU) Jawa Tengah, suara Jokowi-JK mencapai 12.959.540. Angka itu setara dengan 1,99 kali perolehan Prabowo-Hatta, yaitu 6.485.720 suara.
“Berbalik dengan Sumbar dimana Prabowo menang telak 2014 lalu,” tandas Jerry saat ini sedang berada di New York, Amerika Serikat.
Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, Prabowo-Hatta menang di 18 kabupaten/kota, sedangkan Jokowi-JK hanya unggul di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pasangan Prabowo-Hatta meraih 1.797.505 suara atau 76,9 persen. Sementara, Jokowi–JK meraih 539.308 suara atau 23,1 persen.
Contohnya di Banten, Jokowi tak mampu menandingi Prabowo kendati Banten merupakan basisnya Ma’ruf Amin.
Prabowo-Sandi mendulang suara sebesar 12.819, sementara Paslon 01 memperoleh 7.342.
Prabowo dan Sandiaga juga unggul di Gorontalo dengan jumlah 54.002 suara berbanding 48.624 suara yang diraih Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Faktor utama Jokowi kalah di Aceh, Jabar, NTB, Banten yakni faktor isu agama yang kental. Dan daerah ini basisnya Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS. Jokowi kalah sisi di barat, untung ada Jateng dan Jatim,” tutur Jerry.
Untuk Jawa Barat bisa Jokowi menang jika PAN dan PKS koalisi dengan Jokowi. Kendati Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari Nasdem tapi tak mampu mendongkrak suara Jokowi.
“Dengan kekalahan di 18 provinsi saat hitung cepat maka kelihatan partai pengusung tak berjalan maksimal. Jadi tak pengaruh juga di topang multi partai,” pungkas Jerry.
Data terakhir yang dirilis SMRC Jokowi unggul di 19 Provinsi dan Prabowo di 14 Provinsi. Jokowi 54,98 persen dan Prabowo 45,02 persen atau selisih 9,6 persen.
(***/JerryPalohoon)
