KOTAMOBAGU – Cuaca saat ini yang tak menentu di wilayah Bolmong Raya, kadang hujan dan panas silih berganti. Tanpa disadari, berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat. Dari pantauan, jumlah masyarakat yang mengidap penyakit demam berdarah, malaria, diare, muntaber, jumlah penderitanya agak meningkat akhir – akhir ini.
Hal tersebut tak luput dari perhatian Jenesya Mokodompit. Jenesya yang juga merupakan anggota dari organisasi kepemudaan AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Kota Kotamobagu, dan Organisasi Kepemudaan MJM Community tersebut, ikut – ikutan prihatin terhadap meningkatnya jumlah orang sakit akhir – akhir ini.
“Tingkat kesadaran di Kota Kotamobagu memang harus diperhatikan, semua harus kita mulai dari kebersihan. Karena kebersihanlah yang menentukan kesehatan kita. Kalau masyarakat bersih, maka tingkat penyakit di Kotamobagu bisa berkurang” ujarnya.
Menurutnya pula, ada beberapa penyakit yang sebenarnya itu dimulai oleh manusia itu sendiri, yang kurang memperdulikan akan kebersihan dan kesehatan.
“Contohnya seperti penyakit diare dan tipus, itu kan disebabkan oleh kebiasaan makan tidak mencuci tangan dan jajan sembarang tempat, bayangkan sesederhana itu tapi kadang masyarakat sengaja tidak peduli dengan hal kecil. Padahal lebih baik mencegah daripada mengobati” ujarnya.
Dirinya pun mengaku akan sering – sering melaksanakan bakti sosial yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, seperti yang diselenggarakannya bersama teman – temannya belum lama ini.
“Meski jurusan kuliah bukan kesehatan, namun sebagai remaja saya peduli dan terpacu untuk menyelenggarakan kegiatan bakti sosial apalagi yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Selain menumbuhkan kesadaran, juga membantu mengantisipasi penyebaran penyakit akibat ulah manusia sendiri, hidup itu pemberian Tuhan maka harusnya dijaga kan” tuturnya. (zumi)

