Berita Utama

Jelang Nataru, Gas LPG Mulai Langka! Jeane Laluyan Tuding Subsidi Tidak Tepat

Jelang Nataru, Gas LPG Mulai Langka! Jeane Laluyan Tuding Subsidi Tidak Tepat
Anggota Komisi II DPRD Sulut Jeane Laluyan

Manado, BeritaManado.com — Anggota komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jeane Laluyan kembali menyoroti kelangkaan LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3 kg jelang perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Gas LPG sendiri telah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat dalam menunjang aktivitas rumah tangga sehari-hari, terutama untuk keperluan memasak apalagi di momen perayaan hari besar.

Penggunaannya dinilai praktis, efisien, dan relatif terjangkau, sehingga LPG digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

Sayangnya, di tengah kesibukan menyambut hari besar Nataru, Gas LPG justru mengalami kelangkaan.

“Beberapa hari terakhir ini, antrian gas LPG tiga kilo gram mulai terjadi lagi padahal, setelah berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait alokasi LPG 3 kg, pihak Pertamina mengaku tak ada masalah,” ungkap Jeane Selasa, (23/12/2025).

Meski begitu, Jeane mengaku bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, terkait masalah gas LPG 3 kg tersebut diketahui, justru alokasi ke tiap-tiap pangkalan terpenuhi.

Melihat hal itu, Jeane menyimpulkan bahwa, masalahnya ada pada oknum pangkalan nakal yang memanfaatkan aturan Kementerian ESDM tentang jumlah kuota LPG 3 kg yang dapat dijual oleh pangkalan ke pihak pengecer.

“Faktor penyebab utama adalah subsidi LPG tak tepat, sehingga masyarakat dipaksa membeli ke warung-warung dengan harga yang tinggi. Kuota yang dilegalkan Kementrian ESDM untuk memberikan kepada pengecer, warung yang harusnya hanya 10% dari jumlah kuota pangkalan, mungkin ada beberapa pangkalan memberikan kuota lebih ke pengecer, warung sehingga masyarakat sulit mendapatkan gas, dan jika membeli di warung, harganya sudah seenak mereka,” sorot Jeane.

Meski begitu Jeane berharap, hal tersebut tidak berlarut-larut terjadi karena akan menyusahkan masyarakat dalam perayaan hari besar Nataru.

(Erdysep Dirangga)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara