Berita Utama

Jefferson SM Rumajar Resmi Ditahan KPK

JAKARTA – Mantan Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar akhirnya resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan langsung menghuni rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Jefferson yang kerap disapa Epe, ditahan untuk 20 hari ke depan. Ia diduga melakukan korupsi dana permintaan bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tomohon, Sulawesi Utara, periode tahun 2006-2008 sebesar Rp. 19,8 miliar.

Sebagaimana diketahui, Jefferson merupakan Calon Walikota Tomohon 2010-2015 berpasangan dengan Jimmy Eman,

Jefferson Rumayar
Walikota Tomohon, Jefferson SM Rumajar SE.

dengan nomor urut 3. Pasangan ini mampu memenangkan pertarungan Pemilukada Tomohon satu putaran saja.

Jefferson dan Jimmy meraup suara sebanyak 21.097 suara atau 37,82 %. Sedangkan pasangan nomor urut 1 Linneke S. Watoelangkouw – Jimmy S. Wewengkang (LSW – JSW) hanya mampu meraih 19.642 atau 35,21% disusul pasangan nomor urut 2 Carol JA. Senduk – AE Paat dengan capaian suara 10.900 atau 19,54 %.

Pasangan keempat yang terakomodir Jeffry F. Motoh – JP Mambu harus menerima kenyataan di posisi paling akhir dengan raihan suara 4.149 atau 7,74%.

Sayangnya, hasil ini dianulir Mahkamah Konstitusi atau MK yang memutuskan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon melakukan penghitungan ulang di seluruh kotak suara dan mengadakan pemungutan suara ulang di Kelurahan Wailan.

24 tanggapan untuk “Jefferson SM Rumajar Resmi Ditahan KPK”

  1. sangat disayangkan….evaluasi saja skg, dan kedepannya hrs ada training/pelatihan disetiap perkantoran utk mempertajam karakter/moral dan karisma/daya tarik/kemampuan…harus ada keseimbangan…

  2. Memangnya ada pemimpin di Tomohon yang lebih hebat dari Epe dalam menahkodai Kota Tomohon…..??
    Memangnya juga setelah walikota hasil pemilu berikut (jika bukan Epe) bebas KKN….
    Rakyat yang memilih…Rakyat yang mendukung….Rakyat yang menjatuhkan… budaya suka baku cungkel….go to hell joo

  3. kalo soal “tampias”… aduh… SORRY YA…!!!
    Torang BUKAN tipe “PENGEMIS” ATAUPUN “PENJILAT”…. spt kebanyakan pejabat Pemkot Tomohon yg skrng “berkuasa” di Tomohon.
    Selama Epe menjabat sampe skrang, TIDAK ADA 1 sen PUN yg torang terima dari Epe…. TUHAN yg tau…!!!
    Torang cuma menyuarakan “KEBENARAN”, karena torang punya ‘data’ dan ‘informasi’ yang berasal dari sumber yg dapat dipercaya… BUKAN cuma informasi sepihak dari media masa…!!!
    Kalo butul2 Epe korupsi, HUKUM SEBERAT-BERATNYA, kalo perlu deng d p keluarga juga!!! Bahkan kalo perlu… beking rupa di China….. TEMBAK MATI…!!! Mar kalo cuma cari2 kesalahan, ini yg BAHAYA…. krn hal itu mencoba memecah belah persatuan warga kota Tomohon…!!!
    Kalo soal d p kekayaan skrang…. coba kwa ngoni berpikir RASIONAL…sadiki!!!! Brapa d p gaji sbg walikota, kong brapa d p tunjangan jabatan, dll. Blum lagi kalo dia ja dapa “persen” dari pihak pemborong/pengusaha….!! Coba kwa kalo ngoni tu jadi pejabat, qta yakin ngoni le pasti mo beking rumah rupa istana….!! MAKANYA PAKE KWA TU LOGIKA….. bukan ngoni p emosi…..!!!!

  4. itu kwa… Epe boleh mo makang mar cuma boleh golojo sadiki…jangan golojo skali kwa! Inga2 jo kwa itu Ayub bilang ” Tuhan yg Memberi, Tuhan Juga yg mengambil Terpujilah Nama Tuhan ” mar ngana pe kasus kwa leng, jadi boleh kita kase Analogi sama deng Freddy S bilang ” Negara dan Rakyat yang Memberi Negara dan Rakyat Pula yang Mengambil Terpujilah Negara dan Rakyat!

  5. Arita kalau lihat KPK pe action jelas Epe di amankan setelah tahapan pencoblosan selesai (itu dong so tunggu) jadi tidak menggangu hak si EPe sebagai warganegara. Masalah ada pemilukada tahap II tidak di perhitungan karena somo lebe LAMU nantinya. Mar kalau Kejaksaan nda jelas Ely baru kampanye so tangkap itu yang namanya menciderai demokrasi atau mempasung hak orang untuk ikut…….Jadi sory kalau KPK yang tangani so betul itu mar diluar itu banyak nda masuk akal….belum lai tu istilah jadi ATM kejaksaan.

  6. Pembela Rakyat itu cmodalnya berani, tapi masih tako2 mo bilang tu maksud…sein sein kasar cuma. Mungkin masih muda…belum matang. Main saja di opini. kita ini khan cuma …sharing ..samua kalu di internet cuma LAMU..nda ada untung dan pengaruh pada peristiwa tersebut. Yang hanya ada informasi dan pendapat kita di”BACA” org. Hahahaha, Saya Percaya Tomohon tidak akan kekurangan PEMIMPIM. Waktu juga yang akan menjawab. Setiap orang ada MASa nya. dan Setiap MASA ada orangnya. Tuhan memberkati kota Tomohon

  7. sebenarnya keputusan belum final. Kita semua masih menduga2 bahkan memberikan opini pribadi yg keliru.
    PERSOALAN POKOK, waktu, sekali lagi WAKTU Penetapan TERSANGKA dan PENAHANAN. Kenapa pada saat saat genting waktu mau PSU. Ada apa ini? kenapa nda jauh2 hari saja., Atau kenapa tidak ditunda saja penangkapan EPE,tunggu saja setelah PIlkada? ada skenario apa, Apa ada Partai tertentu yg punya jalur tol ..yg mempengaruhi?
    Ini yg menjadi tanda tanya ? Masyarakat pasti menduga2 toh. Sehingga kecurigaan kuat adanya REKAYASA politik dibalik penahanan ‘sangat kental aroma permainan politiknya kentara skali kok..

    Begitu juga ketika terjadi penahanan pada Elly Lasut, kental skali sarat Muatan Politiknya. Kenapa kejaksaan tidak tunggu sedikit sesudah Pilkada,
    Dengan beralasan ini murni KASUS HUKUM tapi waktu penahanan sudah tersirat ada pesan sponsornya….

    Lebih parah lagi pihak Yudikatif mati matian membela bahwa semua ini adalah kasus penegakan Hukum semata2. Dan ketia ada org yg mempertanyakan malah dibalik tudingannya….

    Kebenaran tetap akan muncul…

  8. Kalo butul2 korupsi, HARUS DIHUKUM BERAT, bahkan bukan cuma d p orang, ttapi deng d p keluarga juga harus dihukum karna so menikmati ‘doi hasil korupsi’.
    Ttpi coba ngoni BUKA MATA deng BUKA HATI….. !!!
    Jangan cuma lia informasi SEPIHAK…!!!
    Ada ‘pihak2? yang ‘caparuni’ di torang p negara ini, yang RAKUS KEKUASAAN, dan takut jangan sampai dorang p “kartu mati” rakyat dapa tau.
    KPK juga kerja nda butul, samua yang dorang beking, tergantung “pesanan”!
    Kalo KPK kerja butul, dorang musti BERANI PUKUL RATA, jangan cuma ‘pilih2?…!!! Torang punya informasi/data para KORUPTOR2 DI seluruh kabupaten/kota di SULUT, dan bahkan di ‘Pusat’.
    Cuma kwa, qta nda heran…. karna biasanya orang kalo so beking salah, dia BA’TARIA (berteriak) LEBE KUAT, supaya d p ‘kesalahan’ nda kentara.
    SAPA YANG BATARIA “MALING”, BIASANYA DORANG ITU YANG “MALING” SEBENARNYA….!!!!! JADI HATI2 KALO TERIAK “MALING”…!!!!!

  9. Beanr juga ini roy, tapi kita pun mungkin musti menjaga mulut dan hati kita…agar tetap jujur dan bersih dihadapan pencipta kita, kalu diskusi yg ringan ringan saja…hehehehe

  10. Sampai saat ini nda ada yang lolos kalau sudah di tangani KPK……..Kalau ada yang bilang pesanan atau unsur politik sah-sah saja…Tapi kerja KPK sampai saat ini tidak diragukan terbukti banyak uang negara di selamatkan jadi mana buktinya kalau pesanan atau politik….Mungkin kalau penanganan oleh Kejaksaan berdasarkan order atau politk (contoh Ely lasut)….Cobalah kita tempatkan emosional kita dibelakang realitanya terlalu nampak …..okay.

  11. Tatambah lei papancuri dipenjara. Mar ini lebe jaha dri doger dg pancuri cingke so ini tu papancuri 100.000 rakyat tomohon pe doi.

  12. itu noh kalo dah mata duitang….
    uang negara untuk rakyat diembat pemimpinnya.
    sudah jo kelaut aja pemimpin kayak githu…

  13. saatnya memilih pemimpin yg tdk korupsi…kiapa ley torang mo pilih tu pemimpin yg ba korupsi…nda lah yau…

  14. Rakyat kota Tomohon SANGAT MENENTANG KORUPSI..!!!
    Tetapi apa yang dilakukan KPK… jelas2 SANGAT “BERBAU” POLITIS..!!!
    Ini salah satu BUKTI bahwa KPK sudah TIDAK LAGI INDEPENDEN. Mereka bekerja BERDASARKAN “PESANAN” dari Pihak Penguasa…!!!
    Rakyat Tomohon TIDAK PERCAYA kalau itu “kebetulan”…. !!!
    PILWAKO Tomohon adalah “pertarungan” antara RAKYAT yang TELAH ‘MENANG’ dan “PENGUASA” yang TELAH ‘KALAH’ tetapi BERUSAHA MENGGUNAKAN ‘KEKUASAAN’ mereka untuk “BERKUASA” di kota Tomohon.
    Rakyat SULUT….. dan Indonesia…. BUKA MATA dan BUKA HATI KALIAN…!!! KPK TIDAK DAPAT LAGI DIPERCAYA !!!
    Siapa yang berada di PIHAK “Penguasa” dan punya uang banyak, maka KPK akan ‘patuh’ kepada mereka. Siapa yang ‘menentang’ PENGUASA, maka akan berhadapan dengan KPK…. PASTI ‘DITEBANG’…!!!!!

  15. Sayang seribu sayang, bung Epe ini sebenarnya potensial untuk menjadi pemimpin hebat di masa datang sama seperti senior mereka bapak SHS. Kenapa tidak berguru ke SHS saja dulu
    Ada apa sebenarnya, para pemimpin pemimpin muda ini terganjal semua di hal yg sama (TIDAK MENGATUR KEUANGAN DAERAH SECARA BENAR, ALIAS K???), Abdi Buchari, Elly Lasut, dan Epe Rumayar, mereka ini MUNGKIN calon Gubernur Sulut atau mungkin Menteri di Masa datang. Saya tahu mereka sangat bijak, pintar dan kharismatik,

    BUNG Epe misalnya, bisa MENGHARUMKAN kota TOMOHON dgn Festival Flowernya…..belum ada bupati/walikota di Sulut yg ada ide cemerlang dan terlaksana bagus
    moga moga saja tidak karena ‘mabuk kekuaasaan hingga jatuh padahal hal sepele yg bisa diantisipasi, kalau bijak mengsiasati APBD.
    Dan sebenarnya khan setiap Tahun itu bertubi2 pengawasan datang di Kapupaten.kota. Inspektorang Provinsi/kabupaten-kota, BPKP…apa dang dorang pe kerja..ini pengawasan.

    Dan kalau mawu urut ke belakang mereka semua ini pernah menjadi pemimpin GOLKAR dan/atau partai Golkar.
    Sayang sayang yah…

  16. bagaimana kalau sudah begini? apakah tomohon masih tetap berharap jsmr memimpin di 2010 – 2015 ??? lalu siapa kira-kira pimpinan tomohon 5 tahun kedepan yang sepantasnya memimpin kota tercinta ini. tentunya beliau tersebut harus benar-benar takut akan Tuhan. indah rencanaMu, …

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara