Agama dan Pendidikan

Jambore SEKAMI 2024 Paroki St. Petrus Langowan Resmi Dibuka

Jambore SEKAMI 2024 Paroki St. Petrus Langowan Resmi Dibuka
Anak-anak SEKAMI Paroki St. Petrus Langowan saat mengikuti Jambore SEKAMI Hari Pertama

Langowan, BeritaManado.com – Kegiatan Jambore Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Tahun 2024 resmi dibuka, Kamis (4/7/2024) di Kompleks Perkebunan Desa Raranon Kecamatan Langowan Barat.

Pembukaan kegiatan yang diikuti ratusan anggota SEKAMI Paroki St. Petrus Langowan itu ditandai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Jems Kumolontang MSC.

Jambore SEKAMI 2024 ini mengangkat tema “Anak Misioner, Jadilah Pembawa Damai”.

Pastor Jems Kumolontang dalam khotbahnya mengajak anak-anak dan remaja Paroki St. Petrus Langowan untuk belajar untuk menjadi pembawa damai.

Jambore SEKAMI 2024 Paroki St. Petrus Langowan Resmi Dibuka
Pastor Jems Kumolontang saat memimpin perayaan Ekaristi Pembukaan Jambore SEKAMI Tahun 2024

“Tema ini jangan tinggal terpampang di baliho, tapi harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku yang sederhana. Jika ada teman kita di sekolah yang bertengkar, amri kita menciptakan suasana damai,” ungkap Pastor Jems Kumolontang.

Ditambahkannya, bahwa ada banyak sekali contoh perilaku sederhana yang dapat dipraktekkan anak-anak dan remaja untuk menunjukkan karakter seseorang sebagai pembawa damai.

“Hendaknya para pembina dan juga orangtua terus membimbing anak-anak kita, agar tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang memiliki karakter Kristus yang juga adalah sumber kedamaian,” harapnya.

Semetnara itu, Pastor Paroki St. Petrus Langowan Delis Umbas Pr juga mengharapkan agar kegiatan Jambore SEKAMI 2024 ini tidak menjadi kegiatan rutin setiap tahun, namun benar-benar menjadi ajang untuk memupuk kreatviitas anak dan remaja.

Jambore SEKAMI 2024 Paroki St. Petrus Langowan Resmi Dibuka
Sr. Gerarda Untu DSY saat membawakan materi

“Mari jaga anak-anak kita dari berbagai tantangan zaman modern yang dapat mempengaruhi cara hidup di masa depan. Teknologi ada bukan untuk menguasai manusia. Sebaliknya agar dapat digunakan manusia sebagai sarana untuk hal-hal yang positif dan membangun iman,” Pastor Delis Umbas.

Usai Misa pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan materi yang dibawakan Sr. Gerarda DSY yang mengulas tentang ketaatan.

“Ketaatan ini harus dipraktekkan dalam lingkungan sekolah kepada guru-guru dan saat berada di rumah terhadap orangtua, terutama kepada Tuhan Yesus,” ungkap Sr. Gerarda Untu.

Sebelum penutupan kegiatan hari pertama, anak-anak diberikan kesempatan untuk rekreasi melalui gerak dan lagu.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara