
Manado-Kemacetan di Jalan Sam Ratulangi makin parah. Pasalnya, jalan yang menjadi denyut nadi Kota Manado ini terlihat ambruk tepatnya di Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang dan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario.
Akibat amburknya jalan pada ruasnya sebelah kanan menuju pusat kota, kendaraan-kendaraan seperti menumpuk di tengah. Pengguna jalan ini tidak mau memaksa kendaraannya lewat di sebelah pinggir.
Dari pantauan BeritaManado.com ada 4 titik jalan yang ambruk. Bahkan kedalamannya hampir setengah meter.
Ambruknya jalan juga terjadi di depan gereja Katredal Manado, tapi sudah diperbaiki. Sementara 4 titik tersebut belum diperbaiki, lubang-lubang menganga tersebut hanya di tanam pohon pisang supaya kendaraan bisa berhati-hati melewati jalan ini.
Stefandy, warga Wenang Selatan, Lingkungan 3 kepada wartawan menuturkan rusaknya jalan yakni dari bekas galian untuk jaringan perpipaan sebagai proyek anyar Pemkot Manado. “Sesudah menggali mereka hanya mengaspal asal-asalan,” ucapnya. (cci)

samua baku korupsi itu doi ujung2 masyarakat jadi korban dgn keadaan jalan seperti ini..
Yup, betul sekali, hanya diaspal asal-asalan. Kontraktor pelaksana penggalian IPAL harus bertanggung jawab memperbaiki kondisi jalan seperti semula. Aspal hanya tipis sehingga jalan mudah anjlok dan tergenangi air.
Masih banyak ruas jalan yg bahkan belum diaspal shg menjadi kubangan lumpur ketika hujan. Kalau dibiarkan terus, lumpur itu akan masuk ke saluran drainase dan pada gilirannya akan menyebabkan banjir di jalan!!! Ingat, sekarang ini sudah musim hujan!!!
Pihak PU atau SKPD terkait juga harus ikut bertanggung jawab karena ini semua adalah fasilitas publik. Apa lagi Jl. Sam Ratulangi adalah salah satu urat nadi Kota Manado.