Berita Utama

Jakarta Rampok Kekayaan Papua dan Sulut

Jakarta Rampok Kekayaan Papua dan Sulut
Salah-satu aktifitas pertambangan di Indonesia (fotonet)

MANADO – Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Papua, ternyata problemnya berkaitan erat dengan Sulawesi Utara. Dimana, antara kedua daerah ini ditengarai sama-sama telah menjadi korban perampokan dari berbagai kebijakan pemerintah yang berkedudukan di ibukota negara, Jakarta, sebagaimana ditegaskan legislator Sulut Benny Rhamdani.

Ditegaskan Rhamdani, bentuk perampokan terhadap warga Papua itu terjadi lewat proses pertambangan yang dilakukan PT Freeport lewat terbitnya kontrak karya yang disepakati oleh pemerintah Jakarta. Hal serupa juga terjadi di Sulut seiring dengan explorasi pertambangan yang dilakukan oleh PT Newmont dan PT Avoced atas rekomendasi pemerintah.

Lanjut dia, dari sekian tahun perusahaan-perusahaan yang beroperasi mengksplor Emas, baik Freeport di Papua dan Newmont serta Avoced di Sulut, berapa besar yang dinikmati daerah ini.

“Pertanyaannya, sudah berapa besar hasil yang dinikmati warga Sulut atas beroperasinya perusahaan pertambangan tersebut. Padahal emas yang diambil sangat banyak,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa perampokan-perampokan kekayaan yang sebenarnya bisa mensejahterakan rakyat, hanya dinikmati oleh asing dan pemerintah Jakarta.

Secara spesifik lanjutnya, kebijakan-kebijakan seperti itu yang kemudian menimbulkan pergolakan masyarakat. Dan hal itu tidak bisa disalahkan kepada rakyat, sebab negara-lah yang justru menciptakan itu, sehingga muncul gejolak-gejolak yang menjurus pada terjadinya disintegrasi keutuhan NKRI.

Ditambahkannya, jika paradigma ini tidak diubah dari sekarang untuk mensejahterakan rakyat, dan sistem perampokan seperti ini masih berlangsung terus, maka akan terus muncul benih-benih pergerakan rakyat baik yang menginginkan untuk memisahkan diri dari NKRI, juga akan muncul pegerakan lokal yang menentang pemerintahan yang berkuasa termasuk ide-ide dan wacana negara federal dan referendum itu akan senantiasa muncul di negara ini.

“Negara tidak bisa menyalahkan warga, sebab tuntutan yang seperti itu sebenarnya adalah situasi dan kondisi yang diciptakan negara sendiri, karena gagal mensejahterakan masyarakatnya. Tidak menjaga dengan sungguh-sunguh kekayaan negara yang sebenarnya dapat mensejahterakan rakyat, serta bentuk penyelesaian masalah dengan metode pendekatan militerisme, yang justru hanya bermuara pada pembunuhan terhadap masyarakat,” tegasnya. (is)

21 tanggapan untuk “Jakarta Rampok Kekayaan Papua dan Sulut”

  1. Indonesia mengalami perkembangan economy dan successful macro eco
    nomic management. Ini di akui juga oleh berbagai institusi keuangan inter
    national.
    Posisi fiscal strength maupun persentase fiscal space dari GDP yg baik.
    Sulut berpenduduk kurang lebih satu persen dari jumlah penduduk Indonesia
    dimana expenditurenya masih setara dengan persentase dari total national
    general allocation fund.
    Belum lagi subsidi dari pemerintah pusat seperti bahan bakar, listrik, dsb.

    Kalau melihat pembagian dana dari pusat kelihatannya cukup rasional.
    Dan ini tentunya hasil usaha wakil2 rakyat di pusat.

    Kalau kita terlalu menuntut banyak mungkin daerah lain juga sama.
    Alangkah baiknya kalau kita lebih memanfaatkan otonom yang kita dapat
    dan lebih meningkatkan hasil pendapatan daerah lainnya.

    Kekayaan alam sulut yang ada diperut bumi, laut, udara, angin, air, tanah
    yang subur, bahkan panorama/keindahan alam yan berlimpah yang diberikan
    oleh Tuhan terkadang membuat kita terlena.
    Ini harus kita pelihara dengan baik dan jangan dirusak/dikotori.

    Kita jauh lebih beruntung kalau dibandingkan dengan daerah/negri yang lain.
    Gurun pasir, tertutup es tebal, tandus, terkadang mata hari hanya terbit be
    berapa jam sehari, dingin/beku, ataupun panas sekali disertai badai pasir/abu.
    Kalau kita kesana kita akan sadar betapa nyamannya hidup di Sulut bahkan
    banyak yang menamakan paradise of the east (panggilan oleh misionari dan
    kapten kapal eksplorasi eropah beberapa abad yang lalu)

    Semoga pemuda/i lebih giat menuntut ilmu dari berbagai disiplin untuk lebih
    mempunyai skill dan ekspertasi dalam memajukan Sulut.
    Semoga cita2 Excellent University semua PT terwujud dan bisa menghasilkan
    penelitian yang sangat bermanfaat untuk Sulut dan sarjana2 yang siap untuk
    menyambut Sulut milenium yang baru.
    Ora et labora.
    GBU.

  2. so tatambah lei itu rabies2, so perlu ini dinas perkebuanan dan kesehatan hewan mo turung kong mo ba suntik, kalo kita so suntik cuma masih jaga batimbul sadiki, soalnya itu vaksin ada suntik pa kita so kadaluarsa kwa, dorang so koropsi stow tu doi mo beli vaksin!

  3. Faktanya Sulut sebenarnya sangat ditakuti oleh pusat, pusat memperlakukan sulut sangat hati-hati agar tidak tersakiti dengan berbagai masalah ekonomi, dll, sekali saja ada kekompakan dari org2 sulut yg protes kepusat ngak tunggu lama pasti sudah ada jawabannya. banyak alasan kenapa sulut sangat di”takuti” pusat tapi tidak saya jelaskan disini……….:-)
    secara pribadi saya setuju dengan Benny ramdani dalam menyuarakan hati nuraninya sebagai warga sulut….klo sampe pusat dengar , pusat berkutik tuh…GOD BLESS SULUT

  4. @Adano … SDA bukan semata2 Emas/Pertambangan, butul kata Anak Desa.
    banyak hal seperti agrobisnis yg bisa di usahakan (See Vietnam & Thailand)

    @Anak Desa, nice comment!, tapi kita bukannya bandingkan “apple with apple”, not “apple with orange”. walaupun apple to orange kan tetap saja kedua produk tersebut punya value masing2 .. hehehe
    kita tertarik dengan statement ini :

    “Tapi sayangnya dari segi SDM (terutama pemerintahan) & peraturan, torang memang ketinggalan jauh. Torang (pe pemerintahan) kasiang so terkena “salah-didik” selama 32 tahun dlm hal KKN.”

    nah bung Anak Desa, justru itulah hal yg menyebabkan harusnya kita pisah dari yg mereka katakan NKRI. kenapa? kalau kita terus menerus ada dalam lingkaran pemerintahan ini. siklus KKN akan terus melekat selamanya. salah satu cara memutuskan mata rantai ini adalah dengan kita mandiri dan mulai berdiri sendiri dengan harga diri yg ada dengan mengambil patron gerakan2 mandiri negara2 lain.

    Kita pribadi sangat ingin menjadi seorang Sam Ratulangi muda, yg bisa memperjuangkan kemerdekaan lewat diplomasi di luar negeri.
    kalo beliau bisa membantu memperjuangkan kemerdekaan utk negara sebesar indonesia, kenapa kita takut utk memperjuangkan kemeredekaan dearah kita?

    Salam,
    Sam

    Vietnam (jgn pake contoh singapur lah), memulai membangun negaranya dari hancur lebur karena perang. dengan motor utama pembangkit roda ekonomi dari segi agrobisnis. dan banyak contoh lain. kalau kita tidak memulai, kaapan kita akan mandiri dan betul2 bisa mengusahakan kesejahteraan daerah.

  5. contoh perbandingan
    APBD kaltim tahun 2011 10 Triliun
    APBD Kutai Kertanegara 2011 Rp 5,656 Triliun
    bandingkan:
    APBD Sulut tahun 2011 Rp. 1,2 Triliun
    APBD Minahasa selatan 2011 Rp 408 Milyar
    itu judul di atas lebih cocok “Jakarta Rampok Kekayaan Papua dan Kalimantan”
    klo kita bicara SDM itu relatif karna setiap daerah punya “skill” masing-masing………….

  6. @ Adano
    Ada baiknya Anda tidak mencampuradukkan SDA (Sumber Daya Alam) sebagai emas. Emas termasuk sumber daya mineral, makanya ada Kementerian ESDM (Energi & Sumber Daya Mineral).
    Sesuai namanya, SDA adalah sesuatu yang bisa dihasilkan alam, termasuk pertanian, perkebunan, serta hasil hutan. Sulut memang masih kaya akan SDA tersebut, masih ‘extraordinary’.
    Secara baku sedu, lagu Koes Ploes tempo doeloe: “…. tongkat kayu dan batu jadi tanaman….” itu masih bisa terjadi di Sulut. Coba jo lempar sembarang kayu, kalau tertancap di tanah maka akan bertumbuh. Sementara tanah di Jawa sudah sangat jarang yg bisa seperti itu….

    Secara pribadi kita tidak setuju dgn mengandalkan eksploitasi pertambangan. Penambangan hasil bumi selalu cenderung merusak ekosistem lingkungan yang justru sangat dibutuhkan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, serta kehidupan manusia–terutama cadangan air-nya. Setelah hasil tambangnya habis, maka para penambang/perusahaan pertambangan itu akan hengkang dan meninggalkan kerusakan lingkungan itu bagi penduduk setempat.
    Penduduk yang semula mengandalkan SDA secara turun-temurun akhirnya jadi merana karena tanah di tempat mereka sudah tidak bisa diolah lagi….

    Coba gunakan ‘Google Earth’ untuk melihat wilayah Kalimantan. Sudah banyak yang tidak hijau lagi akibat pertambangan dan pembalakan hutan secara liar….
    Sebaliknya, wilayah Sulut relatif masih hijau.

    Bila SDA dikelola secara bijak, maka hasilnya bisa cukup baik bahkan bisa dilestarikan sehingga bumi ini bisa menjadi tempat tinggal yang lebih baik. Contoh gamblang: tanah itu bisa diwariskan kepada generasi berikutnya untuk terus diolah. Tapi ketika dijadikan pertambangan, apa yang bisa diwariskan selain potensi kerusakan?

    Salam bae!

  7. Saya heran kalau jaman sekarang ini masih ada saja yang sebut2 kekayaan SDA Sulut itu ‘luar biasa’ (EXTRA ORDINARY).
    Sorry …What a dumbest misguided statement kepada anak cucu kita..
    Jangan pernah lagi sebut2 itu sama deng torang pe opa/oma ja bilang pa torang karna kenyataanya yang katanya extra-ordinary itu memang nonsense. Torang punya SDA seperti emas dan kalau bicara emas anggapan orang seolah2 akan kaya padahal kalau dihitung2 jauh dari itu. Taruhlah diambil semua hasilnya 100% tiap tahun dan itu masih nda ada setengahnya kucuran dana Jakarta ke Sulut. Bahkan anka produksinya/tahun nda teralu jauh dengan subsidi BBM pemerintah ke Sulut. Itu tu ngoni mo andalkan? bilang2 EXTRA ORDINARY?

    Yang kaya itu Indonesia bukan Sulut.
    Torang menikmati dan harus bersyukur karna torang itu satu Indonesia jadi bisa menikmati hasil2 resources dari daerah lain walaupun tergantung loby.. :)

    HDI yang tinggi berperan penting menempatkan SUlut di depan bukan SDA nya.

  8. Wah pak Benny Rhamdany ini terlalu emosi mungkin yach ?
    Kalau perampokan sumber daya alam disulut oleh pihak pusat (pertambangan emas) ????
    Pertambangan yg hanya skala milyaran begitu pak tidak ada apa2nya dengan dana dari pusat yg dikembalikan ke SULUT yg kemudian dikorupsi/diselewengkan oleh oknum2 yg tidak bertanggung jawab.

    Tapi kalau terjadi perampokan ideologi/kepercayaan/aspirasi dan lain2 itu yg jelas sekali. Seharusnya itu yg dikedepankan oleh pak Benny Rhamdani yg adalah seorang anggota dewan.
    Jangan kita mau mengangkat citra kita dengan asal mendompleng masalah didaerah lain yg tidak mungkin terjadi di SULUT.
    Itu namanya ASBUN!!!!!!!!

  9. US$ 14 Juta setiap 4 bulan …gila!!!
    bayangkan free port pe keuntungan pertahun kang, doi bagitu dorang nda rasa…

    Bandingkan dengan Infrastruktur di Papua…kemiskinan di Papua…Pendidikan…..

    Kita rasa kalo tu doi ato pendapatan dari Free Port da pake for pembangunan di Papua….

    Papua itu so menjadi provinsi terkemuka di Indonesia…

  10. klo papua boleh bner tp klo sulut ga mungkin lah
    tap wanita sulut yang mencuri hati gw orang jakarte selamanye huhuhuhu

  11. BR ini nda tahu apa2 kwa asal2 ba komen…masa mo bandingkan SULUT dgn PAPUA…

    PAPUA memang jelas2 dirampok…mar SULUT…dirampok apanya..??
    kalo SULUT, sama dgn Pusat…sama2 PErampok…..lia jo tu anggota DPRD Prop, kab dgn kota….ato Eksekutif2 di Seluruh Prp, Kab dan Kot….dorang le itu….

  12. …SAMA JO SAMUA….
    ..
    .DORANG PANCURI TORANG P HASIL BUMI DI SULUT..
    .ABIS ITU TORANG KORUPSI AKANG JAKARTA P DOI..:( :(
    .
    ..KITA SETUJU DENG AnakDesa P KOMEN..

  13. @ Sam
    Sebaiknya tdk bandingkan Sulut (provinsi) dgn Singapura (Negara-Kota) karena memang tidak sebanding. Orang sono bilang: bandingkan “apple with apple”, not “apple with orange”.

    Kita setuju bahwa SDA Sulut jauh lebih unggul drpd Singapura. Tapi sayangnya dari segi SDM (terutama pemerintahan) & peraturan, torang memang ketinggalan jauh. Torang (pe pemerintahan) kasiang so terkena “salah-didik” selama 32 tahun dlm hal KKN. Itulah sebabnya kekayaan SDA Sulut yang luar biasa masih belum bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat Sulut secara umum. Kekayaan Sulut hanya dinikmati segelintir orang saja.

    Coba tengok perihal “pasiar” dgn merek “Study Banding” ke luar daerah maupun ke luar negeri yang marak beberapa waktu lalu. Dgn gagah perkasa dan tanpa “sense of crisis” & rasa malu para Legislator “mewakili” rakyat Sulut pasiar ke sana ke mari menggunakan torang samua pe doi!!!
    Dan jangan lupa, ini hanya contoh kecil saja….

    @ Adano
    Memang betul Jakarta kalo kase uang belanja selalu lebih-lebih. Tapi torang samua tahu bahwa itu merupakan hasil kongkalikong (kerennya: negosiasi/lobby, padahal intinya: KKN!!!) antara Pusat dgn Daerah.
    Itulah sebabnya Banggar DPR sempat merajuk karena ada anggotanya yang dipanggil KPK. Dorang lupa bhw cepat atau lambat kebusukan pasti akan tercium juga. Itulah sebabnya tidak mengherankan bhw DPR getol sekali berupaya membonsai atau sekalian membubarkan KPK. Selama ini cuma KPK yang bisa membongkar kebusukan anggota2 DPR walaupun ada kabar angin bhw itu dilakukan dgn “tebang-pilih”.
    Tapi coba bayangkan: sebelum adanya KPK, sudah berapa banyak kekayaan bangsa Indonesia yang dicuri oleh para Legislator di Pusat maupun Daerah? Apa lagi mengingat bhw pada era pra-KPK bisa dibilang tidak ada transparansi dalam bentuk apapun. Pers juga tidak memiliki kebebasan, selalu dibungkam.

    Well, semoga segera muncul para pemimpin baru yang tidak (terlalu) tercemar KKN dan betul-betul pro-rakyat. Semoga ….

  14. ini perlu komentar ahli, tapi lantaran kita cuma ahli sosial jadi kita cuma komentar sebatas keahlianku!
    Kalau istilah rampok artinya mengambil…..dst, jadi ada unsur kekuatan, kalau tidak kuat berubah jadi mencuri! Banyak sih bangsa sendiri merampok, wahhhh di SULUT sama saja, disemua segi kehidupan hal itu terjadi, baik pendidikan,orang sudah mati,dll kuburanpun disikat!

  15. Kalau di katakan Jakarta merampok Papua itu 100% benar.
    ironis memang, kekayaan papua yg begitu besar tapi daerahnya sangat miskin dan terkebelakang. puluhan tahun merdeka tapi pembangunan hanya terpusat di darah jawa.
    release media terakhir, utk “upeti” keamanan kepada POLRI saja Freeport membayar SETIAP 4 BULAN ke POLRI US$ 14 Juta kalo kurs 10.000 = 140.000.000.000 Milyar setiap 4 Bulan.
    bayaran itu mungkin di luar lain2 seperti pihak2 keamanan lainnya dan service2 kesejahteraan bagi yg mengamankan Freeport.
    masih ada pula indikasi “Upeti” utk para pejabat2 Pusat dan badan legislatif yg membuat Freeport tidak tersentuh.

    Untuk SULUT … saya rasa kita sudah tahu seperti apa SULUT di anak-tirikan sejak dulu. Pembangunan si SULUT mesti di perjuangakn bener2 baru bisa di cairkan. segala macam lobi dan terobosan di lakukan pemerintah agar SULUT di perhatikan. hancurnya cengkih dan primadona agrobisnis lain adalah maslah yg sangat serius di bandingkan Newmont.

    @Adano, Sori Brur, kita sanggah ngana pe pendapat ttg “kalau Sulut sori do…torang masih mengandalkan Jakarta, kalau pisah pasti jatuh miskin.”.
    Apakah sebegitu hinanya dan rendahnya sdm dan sda SULUT sehingga jika pisah kita jatuh miskin? mudah2an hanya Adano yg berpendapat seperti itu.
    Singapore dan negara2 lain tanpa SDA yg banyak bsia menjadi makmur. bagaimana dengan SULUT yg masih lebih baik dalam hal SDA? banyak potensi selain sda yg bisa di kembangkan utk kemajuan SULUT. dan hal ini sia terwujud apabila kita tidak ada dalam bayang2 Indonesia yg korup dan tidak pernah memikirkan nasib rakyatnya.

    Sekali lagi untuk Para pembaca BeritaManado.com ….

    “Torang bukang Indekost/kontrak di Negara Indonesia .. TAPI juga PEmilik SAH Bangsa Ini”

    Salam,
    Sam

  16. Apanya yang dirampok?
    Kalau produksi cuma 10KG/day nda balik modal bung.. Jakarta juga kalau kasih uang belanja lebih-lebih dari itu..
    Kalau papua mungkin iya ada mas,minyak, gas hasil hutan dll, kalau Sulut sori do…torang masih mengandalkan Jakarta, kalau pisah pasti jatuh miskin.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara